Gus Mus: Ada Dua Jenis Doa
Jepara, NU Online
Doa yang dipanjatkan abd (hamba) kepada sang Khaliq (Allah SWT) jenisnya ada 2. Hal itu disampaikan KH Mustofa Bisri saat mengisi mauidlah hasanah dalam Pengajian Umum memperingati Haul Mbah Muhammad Arif yang bertempat di halaman Masjid Jami’ Muhammad Arif Dukuh Sendang Sari Desa Banjaran Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Rabu (12/9) kemarin.
Pertama, terang kiai nyentrik yang akrab disapa Gus Mus ini, doa yang isinya ijazah dari Ulama. Pengamal doa meski tak paham maksud doa tersebut tetap mendapat ganjaran, pahala dari Allah.
“Anda dapat ijazah dari Gus Hayatun terus diamalkan berarti dapat ganjaran walaupun tidak tahu artinya.” tandas Gus Mus.
Jenis doa yang kedua lanjut pengasuh pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang ini, doa yang isinya meminta, dikabulkan Allah plus dapat pahala. Makanya seperti guyonan dia, “Donga kula saiki mandhi (doa saya sekarang diijabahi).” terang Gus Mus.
Saking diijabahnya sehingga KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara yang turut hadir dalam pengajian tidak berkenan memimpin doa usai pengajian selesai. Sebagaimana yang kerap dikemukakan Gus Mus saat mengisi ceramah dalam forum pengajian dan majelis taklim, doa kiai multitalent itu membaca surat al-fatihah.
“Pada ayat iyyaka na’budu waiyyaka nastain dibaca 11 kali sembari membatin permintaan apa yang hendak diminta. Tidak perlu banyak tanya kenapa 11 kali,” jelasnya lagi.
Ngaji bersama Gus Mus yang berlangsung gayeng dari pukul 13.30 – 15.30 ini menambahkan, permintaan yang dipanjatkan kepada Allah hendaknya yang paling dibutuhkan. Misalnya agar segera dapat menantu, bisa membayar utang, bisa membangun rumah dll.
“Saat membatin doanya jangan sampai temannya tahu dan harus yakin yang diminta pasti dikabulkan,” lanjutnya disambut tawa jamaah.
Di akhir penuturan sebelum Gus Mus mengakhiri ceramahnya, jika doa yang dipanjatkan tidak dikabulkan Allah masih menurutnya ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama sambung Mustasyar PBNU ini lantaran “tidak begitu yakin” dengan Gus Mus.
Adapun kemungkinan kedua, ”Gusti Allah lebih tahu apa yang lebih manfaat yang akan diberikan untuk orang yang berdoa.” jelasnya.
Pengajian yang dibarengkan dengan peringatan tahun baru 1440 Hijriyah itu juga dimeriahkan penampilan grup rebana Polwan Polres Jepara Esthi Bakti Warapsari” (Syaiful Mustaqim/Muiz)
Sumber : NU Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



