Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Sesalkan Adanya Penghina Nabi Muhammad

23

Usianya yang hampir menginjak 70 tahun pada 5 Desember 1940 tidak membuat KH Hasyim Asy’ari melepaskan diri dari problem-problem kebangsaan dan keagamaan di tanah air. Apalagi saat itu bangsa Indonesia masih berada dalam penjajahan Belanda.

Mereka tidak hanya mengeksplorasi sumber daya alam, tetapi juga memperlakukan masyarakat secara tidak manusiawi dan terus menekan serta membatasi gerak-gerik para tokoh Islam, terutama di pondok pesantren. Sebagai sebuah pemerintahan, Hindia-Belanda mendapat sorotan terhadap kondisi menyimpang warganya karena mereka juga memberlakukan perundang-undangan.

Sejak 1918, penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW kerap terjadi di media cetak dan mimbar-mimbar pidato. Sebagai tokoh yang turut bertanggung jawab atas keteguhan akidah masyarakat, KH Hasyim Asy’ari tidak tinggal diam. Karena kasus tersebut telah mengakar lama hingga akhir 1940, KH Hasyim Asy’ari dalam kesempatan Muktamar ke-15 Nahdlatul Ulama di Surabaya yang berlangsung 9-15 Desember 1940 (10-15 Dzulqo’dah 1359) menyampaikan ketegasannya terhadap para penghina Nabi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here