HAFIDZ ABDURRAHMAN JANGAN GEER! IBNU HAJAR AL-HAITAMI BUKAN MEMBICARAKAN KHILAFAH YANG SEDANG DIPERJUANGKAN HTI

258

Seperti yang ditulis HAR, “dalam kitab Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid terbitan Dar al-Minhaj, Jeddah-KSA, cetakan I, 1436 H/2015 M, Bab al-Khilafah ada pada juz XII, mulai dari halaman 7 sampai 242. Jumlah total hadits yang dibahas ada 369 hadits. Mulai hadits no. 8974 sampai 9343. Semua hadits yang membahas tentang Khilafah, Imamah, Khalifah dan Imam ada di sana. Mulai dari pembahasan tentang Khulafa’ Rasyidin, Imamah, Khilafah dan Mulk, larangan membai’at dua khalifah, sampai detail tengang sifat dan kriterianya, nyaris semuanya ada.” Bisa dipastikan kesemua hadits tersebut bukan sedang membicarakan Khilafah Tahririyah yang sedang diperjuangkan HAR dan kawan-kawan HTI.

Meski sama-sama sunni, madzhab Syafi’iyah berbeda dengan madzhab Tahririyah. Perbedaan yang mendasar terletak pada sumber dalil yang diadopsi yaitu ijma’ dan istishab. Madzhab Tahririyah menolak Istishab sebagai dalil. Pada madzhab Syafi’iyah, ijma’’ yang berkekuatan hukum (hujjah) ada dua, ijma’ umum yaitu ijma’ kaum muslimin dan ijma’ khusus yaitu ijma’ ahli fiqih. Ijma’ sahabat menjadi hujjah di masanya.

Sedangkan madzhab Tahririyah hanya mengambil ijma’ sahabat sebagai dalil. Sama dengan pendapat madzhab Zhahiriyah. Kelemahan pendapat ini, ketika suatu kasus baru muncul di masa setelah para sahabat tidak ada lagi, maka hukum kasus tersebut tidak ditemukan dari ijma’ sahabat. Pada madzhab Tahririyah, untuk hukum pada kasus-kasus seperti ini dikembalikan kepada pendapat/fatwa (ra’yu/qaul) Amir Hizbut Tahrir.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here