The news is by your side.

Ikhlas dan Kesadaran Tanpa Pamrih

ikhlas

LTN NU Jawa Barat, Bambang Melga M.Sn. – Diembel-embeli pahala, atau balasan yang menguntungkan, kita selalu baru mau melakukan kebaikan.

Kebaikan yang kita lakukan, apa harus dengan pamrih?

Jika Tampa itu…apa kita masih mau mengerjakannya ?
Ayolah…jangan seperti anak kecil kita ini.
Sehingga apa-apa, harus selalu terlebih dahulu, di beri permen, seperti anak kecil.

Bagaimana agama ini Mulya ?
Jika umatnya, kolokan, dan berkarakter amatiran 😁

Terlalu banyak manusia berbuat amal dalam hidupnya, harus diiming imingi imbalan !!
Imbalan layaknya balasan hadiah yang kita mau, sekaligus membutakan kita, menutup mata hati ini, karena apa-apa selalu berpamrih…

Sehingga jika Tampa itu, kita tak akan mau melakukannya!!
Kerja kita mogok !!
Magel, diam statis !!
Tak mau gerak hebat, dan tak berinisiatif.

Manusia jika telah berhitung, lupa pada banyaknya nikmat Allah yang tak dapat dibilang.

Cari amal, mau balasan!
Ada balasan, baru bisa, dan mau untuk dikerjakan!!

Mana ikhlasmu?
Mana kesadaran mu, yang bisa kau buat dengan menghadirkan ikhlas !!

Ikhlas adalah amalan kelas tinggi, yang tak ada lagi yang bisa menandinginya.
Ikhlas adalah ciri kehakikian..dan ikhlas adalah
Ujung iman, yang terdalam.

Ikhlas itu…
Bukti kepasrahan, atau perbuatan Tampa tendensi imbalan.
Ikhlas itu, pengorbanan Tampa batasan.

Dan para Nabipun, di coba keikhlasannya dalam menerima cobaan…dengan segenap kesadaran.

Kesadaran untuk ikhlas, akan menjadikan kita mutiara.
Keadaan ikhlas diri, untuk berkorban, Allah malah akan tambahkan kenikmatan, dan Allah bukakan pintu keselamatan, coba kau lihat, perjalanan Ibrahim, Ismail, Yunus, Yusuf, dan Ayub.

Berkacalah pada keikhlasan mereka.
Berkorban lah sepenuh keikhlasan.

Ikhlas adalah kesadaran Tampa Pamrih.
Ia merupakan dorongan hati termulya, hingga
Hati akan membukakan dirinya padamu…
Dan dengan itu, engkau akan mendapatkan sebuah ilmu, yang datang dari perbendaharaan
Tuhanmu yang maha esa.

Dan akan mendekatkan engkau, dengan manusia-manusia pilihan lainnya, yang Allah hadirkan untukmu, sebagai penguat, dan teman, bagi perjalanan panjang keberadaanmu, dalam jalan membesarkan nama Tuhan mu ini.

Bungkuslah setiap gerakmu, dengan keikhlasan, bangunlah hatimu dengan banyak kesadaran, Insyaallah, dirimu akan menjadi Magnit banyak orang, dan mereka akan mulai menyapamu, seperti engkau adalah saudaranya yang pernah mereka kenali…

Karena sesungguhnya mereka telah kenali, engkau dialam Ruh, dan tercerai setelah terlahir dialam dunia, dan dipertemukan kembali, setelah hatimu, menjadi suci.

Subhanallah ❤️❤️

Alhamdulillah.
Semoga bermanfaat

Bambang Melga M.Sn.
Ketua Bidang Potensi DKM di DMI.

Sehat selalu kakang ku kang Ustad Ujang 🙏😊

Leave A Reply

Your email address will not be published.