20.6 C
Bandung
Tuesday, December 7, 2021

Imam Masjid Al-Quds: Dengan Dukungan NU, Palestina Merdeka

Must read

Dindin Nugraha
Blogger kambuhan, menulis status facebook, twitter ataupun web kalau sempat. Turut aktif sebagai kontributor web sekaligus bagian dari keluarga besar Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Beirut, NU Online
Keberadaan Indonesia sebagai kekuatan terbesar Islam di dunia telah dimaklumi oleh dunia internasional. Karenanya, bangsa Palestina sangat berharap dukungan dari kaum muslimin Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan Israel yang tidak mengenal batas kemanusiaan.

Demikian dinyatakan Syeikh Qahir Hamud, Imam Masjid Al-Quds sebelum dikuasai Israel. Pernyataan ini disampaikan Qahir saat menyambut misi perdamaian PBNU di markasnya di kawasan Lebanon Selatan yang berbatasan dengan Israel dan Palestina.<>

Selanjutnya Qahir Hamud berharap NU sebagai kekuatan Islam terbesar di Indonesia terus memberikan dukungan pada rakyat Palestina, seperti senantiasa mengingatkan pemerintah Indonesia agar peduli terhadap nasib bangsa Palestina yang terusir dari tanah airnya.

”Kehidupan rakyat Palestina semakin sulit, terutama setelah penutupan Jalur Gaza oleh Amerika, Israel dan Mesir. Pertanian rakyat diganggu dan masuknya barang dihalangi. Akibatnya, kehidupan sosial dan ekonomi semakin sulit,” terang Qahir.

Menjawab harapan Imam Al-Quds tersebut, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan, persoalan Palestina bukan hanya persoalan bangsa Palestina sendiri atau persoalan bangsa Arab saja, tetapi telah menjadi bagian dari persoalan umat Islam se dunia termasuk Indonesia.

”Karena itu, baik diminta atau tidak umat Islam Indonesia akan selalu mendukung  perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina yang merupakan bagian penting dari penciptaan perdamaian dunia,” tutur Hasyim.

Menurut Hasyim, asal usul konflik yang terjadi harus diselesaikan dari pangkalnya. Inti perang adalah ketidakadilan, penindasan dan penghisapan yang dikendalikan oleh kapitalisme global.

”Apa yang dilakukan sekarang adalah mencari strategi paling efektif dalam melakukan perjuangan untuk bangsa Palestina dari penjajahan Israel. Dan kuncinya adalah persatuan antar umat Islam,” tandas Hasyim.

Menurut catatan sejarah, NU telah peduli dengan nasib bangsa Palestina sejak tahun 1936 jauh sebelum Israel betul-betul menguasasi seluruh tanah suci ketiga umat Islam itu. (min) (19/01/2010)

Sumber : NU Online

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article