The news is by your side.

Jejak Pesantren Tatar Sunda Pra Kemerdekaan : Kabupaten Cianjur

Jejak Pesantren Tatar Sunda Pra Kemerdekaan : Kabupaten Cianjur | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat
Pesantren Gentur (Daarul Falah) Cianjur

Di Cianjur, dikenal Pesantren Gentur, Jambudwipa (Darul Falah) dan Kandang Sapi. Pesantren Gentur yang berlokasi di Desa Jambudwipa Warungkondang Cianjur diperkirakan merupakan pesantren yang paling tua di Kabupaten Cianjur. Pesantren yang didirikan oleh K. H. Said ini sezaman dengan Pesantren Keresek di Garut, bahkan masih memiliki hubungan geneologis (kekeluargaan) karena pendiri Pesantren Gentur dan Keresek merupakan adik- kakak. Sampai dengan sekarang menurut M.A.H. Ismatullah66  Pesantren Gentur diperkirakan telah berumur kurang lebih 200 tahun. K. H. Said meninggal dunia ketika  melaksanakan ibadah  Haji  ke  Mekkah,  dan  selanjutnya kepemimpinan Pesantren Gentur dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Satibi. Setelah K. H. Satibi meninggal dunia Pesantren Gentur dipimpin oleh K. H. Abdullah Haq Nuh.

Pesantren Jambudwipa, menurut Choerul Anam, didirikan pada tahun 1894  oleh  K.  H. Mohamad  Holil  (Being  Sambong).  Pada  awal  berdirinya pesantren ini hanya berupa masjid dan kobong. Di tempat yang sangat sederhana tersebut K. H. Mohammad Holil banyak mengajarkan al-Quran kepada santri- santrinya. Pada tahun 1917 K. H. Mohammad Holil meninggal dunia dan pesantren selanjutnya dipimpin K. H. Fahrudin dari tahun 1917-1965. Pada masa K. H. Fahrudin di Pesantren Jambudwipa tidak hanya diajarkan tentang al-Quran saja, tetapi juga mengajarkan kitab-kitab kuning. Pada tahun 1935 didirikan bangunan majlis talim untuk pengajian mingguan.

Pesantren Kandang Sapi didirikan oleh K. H. Opo Mustofa pada tahun 1897. K. H. Opo Mustofa merupakan anak dari K. H. Arkan bin Syeik Jamhari Cikondang bin Syeikh Abdul Jabar bin Syeikh Jafar Sodik Gunung Haruman Garut.  Sebelum mendirikan Pesantren Kandang Sapi pada tahun 1897, K. H. Opo Mustofa  pernah menimba  ilmu  agama  di beberapa  pesantren  di  Jawa Timur seperti di Tegal Gubuk, Bale Rante, dan Madiun, serta di Bangkalan-Madura.7 Sementara di Tatar Sunda pun ia pernah menimba ilmu di daerah Cilame, Cirangkong, dan Benda (Gadung).

Sumber : Hasil Penelitian yang berjudul “SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM
DI JAWA BARAT” Pimpinan Tim Peneliti Prof. Dr. Hj. Nina H. Lubis, M. S.

Leave A Reply

Your email address will not be published.