The news is by your side.

Jejak Pesantren Tatar Sunda Pra Kemerdekaan : Kota Banjar

Jejak Pesantren Tatar Sunda Pra Kemerdekaan : Kota Banjar | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat
Pesantren Cibeunteur Kota Banjar

Di daerah Banjar, ada juga pesantren-pesantren tua yaitu Pesantren Cibeunteur (Minhajul Karomah) dan Citangkolo (Miftahul Huda Al-Azhar). Pesantren Cibeunteur berdasarkan informasi yang disampaikan K. H. Dudung Abdul Wadud, sudah ada sejak tahun 1809. Pesantren ini didirikan oleh K. H. Mohammad Ilyas, seorang putera kelahiran Jasinga Bogor. Sepeninggal K. H. Mohammad Ilyas, Pesantren Cibeunteur diteruskan oleh K. H. Mohammad Holil, anak kedua K. H. Mohammad Ilyas. Selanjutnya setelah K. H. Mohammad Holil wafat, kepemimpinan Pesantren Cibeunteur dilanjutkan oleh kedua orang kakak dari K. H. Dudung Abdul Wadud, yaitu K. H. Bahrudin dan K. H. Sujai. Dalam perjalanannya, setelah dipimpin K. H. Sudjai pesantren ini diteruskan oleh K. H. Dudung Abdul Wadud.

Sementara itu, Pesantren Citangkolo yang saat ini bernama Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar berlokasi di  Desa Kujangsari Kec.  Langensari Kota Banjar Jawa Barat. Pesantren ini didirikan pada tahun 1911 oleh K. H. Marzuki, seorang kiyai  yang berasal dari daerah Kebumen, Jawa Tengah.  Pada masa pemerintahan militer Jepang dan revolusi fisik, aktivitas Pesantren Miftahul Huda banyak terganggu. Seiring dengan kebijakan pemerintah militer Jepang yang cenderung membatasi aktivitas politik dan keagamaan dengan memata-matai berbagai setiap aktivitas  di  dalamnya, maka  pesantren ini  menjadi  salah satu korbannnya. Dengan demikian Pesantren Citangkolong lebih banyak berperan sebagai basis perjuangan di dalam melawan pemerintah militer Jepang dan pada masa perang kemerdekaan, bahkan K. H. Marzuki pun pernah ikut bersama-sama dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

Sumber : Hasil Penelitian yang berjudul “SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM
DI JAWA BARAT” Pimpinan Tim Peneliti Prof. Dr. Hj. Nina H. Lubis, M. S.

Leave A Reply

Your email address will not be published.