The news is by your side.

Kalangan Tarekat Paling Ditakuti Penjajah Belanda

Tangerang Selatan, NU Online

Persebaran pasukan Diponegoro yang terdiri dari para ulama menimbulkan gejolak baru di masa berikutnya. Murid-murid Pangeran Diponegoro terus bertambah dan tumbuh semakin banyak. Mereka melakukan perlawanan dengan menumbuhkan tunas-tunas baru.

Ribuan ulama dan santri itu berada dalam satu komando. Tak ayal, Belanda paling takut dengan kelompok tersebut dan kaum tarekat.

“Yang paling ditakuti Belanda adalah kalangan kiai santri utamanya kalangan tarekat karena tarekat itu punya masa tadi itu,” kata Ahmad Ginanjar Sya’ban, Direktur Islam Nusantara Center (INC), saat kajian rutin di INC, Jalan Ir H Juanda, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (11/5).

Meskipun Jawa secara militer memang sudah ditaklukkan dengan berakhirnya perang Jawa dan tunduknya pecahan kesultanan Mataram kepada otoritas Belanda pada tahun 1830. Namun, Belanda tidak mampu menaklukkan Jawa dalam hal lainnya.

“Tetapi Jawa tidak bisa ditaklukkan secara pemikiran, identitas, kebudayaan, dan keagamaan,” kata pengajar Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu.

Jejaring santri Diponegoro itu tersebar dari ujung barat Jawa di Banten hingga ujung timur Jawa Surabaya dan Banyuwangi. Jaringan tersebut mulai dirajut kembali saat para santri kiai tersebut belajar bersama di Haramain.

Sejarahwan Zainul Milal Bizawie menyebut sosok Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai perajut jejaring yang sempat terputus itu di Mekah. “Sudah membangun semua itu di Haramain,” katanya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.