Kalimat Istighfar Disenangi Allah dari Orang yang Berpuasa

51

Jakarta, NU Online

Pakar Tafsir Indonesia Muhammad Quraish Shihab mengungkapkan bahwa ada dua hal dalam khotbah Rasulullah yang hendaknya dilakukan di bulan Ramadan.

“Pertama, menjadikan Allah ridho, berkenan dan menerima kita dengan baik. Kedua, memohon maghfirahnya,” ujar Quraish Shihab dikutip NU Online, Selasa (14/5) dalam program Mutiara Hati yang rutin tayang di stasiun televisi SCTV.

Penulis Kitab Tafsir Al-Misbah ini menguraikan bahwa Maghfirah memiliki dua makna. Pertama, menutupi. Kedua, mengobati luka, memperbaiki atau menyembuhkan penyakit.

Menurutnya, banyak yang Allah tutupi. Dia menutupi isi perut manusia. Dia menutupi isi hati manusia yang berupa kebencian dan iri hati. Sehingga orang yang tertuju kepadanya, sifat buruk ini tidak mengetahuinya.

“Allah juga menutupi keburukan-keburukan kita. Dan yang populer mengenai kata istighfar ini adalah menutupi dosa-dosa kita. Lakukanlah introspeksi, lalu mohon segala hal yang buruk ditutupi oleh Allah SWT,” Prof Quraish.

Selain itu, imbuhnya, carilah apa kekurangan dan penyakit yang seseorang derita, lalu memohon kepada Allah agar diobati. Itu yang disenangi oleh Allah dari seorang Muslim yang sedang berpuasa.

“Istighfar adalah sesuatu yang mutlak kita lakukan. Nabi Muhammad SAW pun yang telah terbebaskan oleh Allah dari segala noda dan dosa masih menyatakan, ‘aku beristighfar tiap hari, tidak kurang dari 70 kali’. Maka, apa yang kita lakukan sebagai umatnya yang bergelimang dosa ini?” pungkasnya. (Fathoni)

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here