The news is by your side.

Kebaikan itu Kemenangan

Kebaikan itu Kemenangan | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Kebaikan apapun dan sekecil apapun, yang kita lakukan, itu merupakan kemenangan kita atas ego diri, dan nafsu kita yang seringkali menjegal kebaikan yang akan kita perbuat dan kita lakukan.

Pernahkah kita berbuat baik Tampa ada tendensi mau dipuji?
Semoga pernah yaa!
Itulah utamanya sebuah kebaikan.

Ia Ada, ia hadir keluar dari dalam diri dengan dorongan yang kuat dan ikhlas untuk action, memberi, Tampa syarat.

Ganjalan dalam kebaikan untuk memberi, bersodakoh, berimpak, bersumbangsih, itu sangat besar halangannya.

Sesuatu yang ingin kita lakukan, kadang dihalangi oleh pikiran kita, oleh lintasan datangnya rasa sayang pada apa yang mau kita berikan…semua datang seperti sebuah serangan, yang mematikan maksud Mulya dari diri kita….
Pertimbangan-pertimbangan yang tiba-tiba muncul menghalangi maksud baik kita.
Pikiran-pikiran berat, yang mengoda niat baik kita, yang awalnya sudah solid mau kita perbuat. Kebaikan bisa jadi gagal karena lintasan-lintasan yang datang dan mencoba menggagalkan niat kita.
Apa semua ini ?

Itulah perasaan berat, dorongan hadirnya rasa kekikiran!
Dorongan negatif, pada tumbuhnya rasa tamak, yang mau menguasai kebaikan yang kita miliki, walaupun itu sebenarnya masih dalam bentuk niat.
Sehingga niat bisa jadi berubah.
Awalnya mau memberi, menjadi batal karena hadirnya perasaan-perasaan tadi.

Godaan syaitan datang pada saat akhir kita mau berbuat baik, ketika mau memberi.

Godaannya ini, datang dari banyak arah.
Bisa dari dalam diri kitanya sendiri, dari orang terdekat kita, baik istri jika ia sudah beristri, dari anak, dari saudara, atau familynlainnya, maupun dari orang tua kita sendiri.

Syaitan selalu membisiki dan menghalang halangi setiap maksud baik kita umat manusia.

Syaitan selalu berusaha menjegal bagi datangnya kemuliaan hati.

Apapun caranya, bagaimana bentuknya, kebaikan dari dalam diri manusia, bagi syaitan adalah seperti virus yang berbahaya, yang harus ia matikan, atau membunuhnya segera.

Maka bersyukurlah jika akhirnya kebaikan dalam hal kita bisa memberi, mampu kita laksanakan, bisa kita realisasikan.

Sehingga pantas Tuhan sang maha pemberi, menganjar kita sebuah keutamaan, dimana…kebaikan sebesar jahrah pun itu bisa menjadi pemberat timbangan amalan kita, di saat Yaumil hisab nanti.

Tuhan sampai menganjar itu..!
Mengapa ?
Apakah kita tak berpikir tentang itu ?
Apakah kita tak berpikir keutamaannya dalam memberi, lalu kita tafaquri ?

Jika keutamaan memberi itu luar biasa !
Maka sekecil apapun bentuk pemberian yang mampu engkau lakukan…
Itu sesungguhnya adalah sebuah kemenangan indahmu, atas nafsu yang bisa engkau tundukan….!

Penulis harap, kita semua selalu bisa menjadi pemenang.
Sekecil apapun kemenangan kita.
Itu adalah kesuksesan-kesuksesan yang terus kita perbuat.
Dan semoga kita selalu memenangkan peperangan kita, atas nafsu yang selalu ingin menjajah, dan menguasai potensi baik kita agar tak muncul kepermukaan.
Mari Kita lawan lintasan negatif itu.
Kita basmi sifat kikir kita.
Semoga engkau bisa.
Semoga engkau mampu memenangkan peperanganmu itu.

Alhamdulillah
Semoga bermanfaat
Bambang Melga Suprayogi M.Sn

Leave A Reply

Your email address will not be published.