KH Abbas Ma’ruf Cisempur Mau Sholat Terhadang Pipa !

248

KH Abbas Ma’ruf Cisempur Mau Sholat Terhadang Pipa !Pondok pesantren Riyadul Aliyah Cisempur Bogor, Ahad (8/7) nampak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Pesantren yang didirikan oleh Almarhum Mama KH Mukhtar Royani nampak begitu ramai, parkiran mobil yang tersedia seakan tidak dapat menampung lagi kendaraan roda empat dan dua. Hilir mudik santri dan wali murid memenuhi ruangan di beberapa gedung yang sengaja disulap menjadi tempat para tamu.

Di sudut lainnya, nampak lalu lalang para santri yang mengenakan pakaian khasnya dengan sarung, berbaju Koko dan berkopiah nasional sibuk keluar masuk di kediaman KH Abbas Ma’ruf. Para santri itu ada yang membawa piring, beberapa kardus Aqua gelas, mangkok berisi sayur, senampan lalapan, buah-buahan, termos, kumpulan kopi, dll. Semuanya ternyata dibawa menuju ke sebuah gedung yang berjarak 150 meter dari rumah Kiai.

“ Airnya cukup, kardusnya simpan di mobil saja,” lugas Kiai Abbas kepada Salah satu santri yang tengah sibuk membawa Sekardus Aqua. Perlu diketahui Kiai Abbas merupakan seorang Kiai kelahiran Cijurei Sukabumi yang aktif di NU sebagai Katib Syuriah PCNU Kab Bogor dan di Cisempur sebagai Pimpinan Pesantren Riyadul Aliyah.

Iklan Layanan Masyarakat

Kiai Abbas nampak sangat sibuk, selain menerima wali santri juga mendapat amanah untuk mensukseskan acara Halal bihalal dan silaturahim pengurus Lembaga Ta’mir Masjid LTM PCNU Kab Bogor. Di tengah kesibukannya Kiai yang bersahaja itu selalu tersenyum dan menegur para tamu yang datang silih berganti dan jika ada peserta halal bihalal maka langsung mengarahkannya ke Gedung dua lantai dekat tower.

Matahari mulai tergelincir dan lantunan adzan zuhur mendayu-dayu dari speaker yang terletak di menara masjid. “ Kang acara Halal bihalal kita mulai selepas sholat dan makan siang.” Ucap Kiai Abbas kepada WaSek LTM PCNU Kab Bogor, Kang Hadi.

Sebagian tamu yang telah memasuki ruangan pertemuan mulai keluar satu persatu bersama ratusan wali santri dan santri pesantren menuju ke tempat-tempat wudhu dekat masjid pesantren. “ Airnya ko mati yah.” Ucap salah satu tamu. “ Iya ko gak ngalir yah, apa torennya kosong?!.” Papar tamu lainnya yang ingin mengambil air wudhu.

KH Abbas Ma’ruf Cisempur Mau Sholat Terhadang Pipa !Kiai Abbas yang sedang bergegas ke Masjid, nampaknya mendengar suara kepanikan tamu. Beliau saat itu langsung naik ke tempat toren air berada, lalu menundukkan badannya dan tangannya mulai mengambil pipa, seketika airnya muncrat berhamburan. Pemandangan yang jarang terjadi itu disaksikan para tamu dan santri.

Kiai Abbas pakaiannya nampak agak basah. Yang jadi pertanyaan, kenapa Kiai Abbas tidak menyuruh santri untuk membetulkan pipa yang rusak, padahal santrinya kurang lebih ada 1000!! Mereka pasti bangga dan patuh jika diperintah olehnya. Namun Kiai sederhana dan pekerja keras itu lebih suka tidak menyulitkan orang lain.

Inilah suri tauladan Ulama NU yang selalu mengikuti Rasul saw, Keluarganya dan Para Sahabatnya Ra. Mereka tidak memutuskan dirinya dari membaca sholawat dan meneladani sepak terjang para tokoh. Sekelas Kiai Abbas tahu bagaimana Rasul Saw dan Para Sahabat Selain pandai berdakwah juga pandai beramal dan bekerja menyelesaikan kewajibannya tanpa menyulitkan orang lain.

Berkat usahanya, air keran kembali mengalir dan para tamu dan jamaah masjid pun akhirnya bisa mengambil air wudhu. Kiai Abbas bergegas menuju Masjid.

Masjid yang besar dan sepi terlihat mulai disesaki para jamaah. Iqomah dilantunkan dan shalat Zuhur diimami oleh Kiai Abbas. Pasca shalat jama’ah melantunkan dzikir dan tahmid secara jahr ( jelas) dan berjamaah menunjukan ciri khas sebagai pengikut Islam Ahlisunnah wal jamaah Annahdliyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here