21.6 C
Bandung
Wednesday, May 25, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

LTN NU Jabar
LTNNU Jawa Barat adalah salah satu lembaga di bawah naungan PWNU Jawa Barat yang membidangi publikasi, informasi dan komunikasi.

Kiai di Indramayu Dianiaya, Ini Pernyataan Resmi PWNU Jabar

Indramayu, NU Online Jabar – Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Barat mengungkapkan keperihatinan yang mendalam atas kejadian yang menimpa salah satu Kiai di Indramayu yang merupakan Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Salaf An-Nur Tegal Mulya Kerangkeng Indramayu, KH Farid Ashr Waddahr dan keluarganya pada Selasa (8/3) lalu.

Hal itu disampaikan Ketua PWNU Jabar KH. Juhadi Muhamnmad mewakili  untuk dan atas nama Ketua Umum  dan Rais ‘Am  PBNU beserta seluruh jajaran jam’iyyah dan jamaah Nahdlatul Ulama dalam konfrensi pers secara tertulis dan disampaikan di Kantor PCNU Indramayu, Jumat (11/3).

“Mohon ziyadah doa dari seluruh keluarga besar NU untuk Kiai Farid, istri dan santrinya,  semoga diberikan kesabaran, kesembuhan, kesehatan dan pulih kembali seperti sedia kala,” harap KH. Juhadi Muhammad dalam konferensi pers.

Selain itu, Ketua PWNU Jawa Barat mengucapkan terimakasih dan apresiasi positif atas kerja dan gerak cepat aparat kepolisian jajaran Polres Indramayu dalam memproses penegakkan hukum atas kasus ini dan juga atas dukungan dan kerja sama semua pihak dalam membantu kerja aparat penegak hukum dalam kasus ini.

“Dengan harapan proses penegakan hukum yang berkeadilan dan berkeadaban sesuai dengan hukum dan hak asasi manusia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Juhadi Muhammad mendoakan tersangka pelaku, semoga dengan kejadian ini Allah SWT memberi hidayah keinsyafan dan kesadaran untuk menjalani kehidupan kedepannya di jalan kebaikan dan kebenaran. 

“Allohumma arinal haqqo haqqo warzuqnajtiba’ah, wa arinal batila batila warzuqnajtinabah,” doanya.

Kiai Juhadi juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan foto dan video korban dan pelaku di medsos, karena mengandung unsur sadisisme dan untuk menjaga perasaan korban serta keluarganya. 

“Tolong hentikan penyebaran dan menghapus foto atau video kejadian ini di medsos, karena tidak etis dan melanggar aturan,” tegasnya.

Lalu, Pimpinan Ponpes Hidayatuttholibiin tersebut juga memohon kepada keluarga besar Nahdliyin Jawa Barat  khsususnya di Indramayu untuk tetap tenang, tidak terpengaruh dengan kabar yang beredar terkait dengan kejadian atau peristiwa dan penanganan kasus ini.

“Kita percayakan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas sesuai dan sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Ia pun mengapresiasi dan berterimakasih kepada Tim LPBH PWNU Jawa Barat yang telah bekerja dengan cepat dan sungguh-sungguh sesuai perintah dan arahan Ketua PWNU Jawa Barat  untuk melakukan  pendampingan hukum dan advokasi terhadap korban dan saksi-saksi serta turut membantu proses percepatan pemeriksaan para saksi.

Selain itu, Kiai Juhadi menugaskan kepada LPBH PWNU Jawa Barat untuk disamping melakukan pendampingan dan advokasi terhadap korban dan saksi-saksi, juga mengawal dan memastikan penanganan perkara ini berjalan sebagaimana mestinya dan berkordinasi dengan aparat penegak hukum sesuai tingkatannya, serta melaporkan progresnya kepada Ketua PWNU Jawa Barat.


Pewarta: Ihsan
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

SourceNU Online

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article