KOPRI Ciamis Siap Menjadi Role Model Gerakan Perempuan

13

Ilma Sripa Nurmila – Setelah terselenggaranya KONFERCAB XV pada 25-26 September 2021 yang bertempat di Wisma Atlet Kab. Ciamis, berakhirnya pula kepengurusan PMII dan KOPRI periode 2019/2020 dalam pimpinan Sahabat Muhamad Irsal Alwi dan Sahabati Riska Putri meregenerasikan jabatannya Kepada Sahabat Fajar satria dan Sahabati Ilma Sripa Nurmila yang dipilih secara voting oleh Komisariat-komisariat PMII yang ada di Kab.Ciamis-Pangandaran

Ilma Sripa selaku Ketua Umum KOPRI PC PMII Kab. Ciamis mengatakan bahwa selama ini kita terlalu sibuk berlomba dengan sesama. Bahkan kita lupa jika gerakan kita sama. Kita dari keluarga yang sama. Kita terlalu mengkonsumsi feminis-feminis teks Kota Metropolitan yang seakan semua perempuan harus menandingi perempuan yang lain. “aku adalah perempuan, aku harus lebih unggul dari perempuan lainnya.” “semua perempuan salah, hanya akulah yang benar.”

Begitulah orang-orang awam yang baru belajar tentang gender dan tersesat diantara teks metropolis. Bahkan bumerang ini terjadi pada KOPRI, KOPRI yang secara kuantitas sudah terlampau banyak, tetapi kenapa hanya segelintir orang saja yang mengenal KOPRI? Dari contoh yang kita lakukan waktu kontestasi yang dilakukan saat KONFERCAB XV PC Ciamis ini, bisa jadi adalah pertunjukan sebuah tesis dari perlakuan kita tentang sikap KOPRI selama ini. Jumlah yang banyak tetapi masing-masing dari mereka merasa harus bersaing. KOPRI A bersaing dengan KOPRI B. KOPRI B merasa lebih hebat dari KOPRI C, dan hasilnya KOPRI C merasa disaingi dan kembali bersaing dengan KOPRI B. Begitu seterusnya. Tidak ada masing-masing dari kita ingin menggabungkan suatu gerakan yang bisa menjadi role model (setidaknya) bagi gerakan-gerakan perempuan lainnya.

Sebanyak apapun massanya tidak akan merubah jika tidak melegitimasi kekuasaan. Perihal kalah dan menang itu adalah ketentuan, tapi dalam menjalankan organisasi kita adalah sama.perlu yang namanya menggali kemampuan dan kualitas personal KOPRI itu sendiri. Maka kita akan menemukan titik temu bahwa KOPRI itu akan bias BERDIKARI dan menjadi Role model gerakan perempuan terkhususnya di kabupaten Ciamis-Pangandaran

Yang lebih menyedihkan adalah di era 4.0 saat ini yang segalanya serba online, bahkan gerakan KOPRI pun masih lemah di media massa.Kita terlalu terbawa oleh berita-berita yang disuguhkan oleh media sosial tanpa sedikitpun kita berniatan untuk membuat suguhan sendiri yang bisa dihidangkan untuk khalayak luar. Kita terlalu nyaman menkonsumsi berita-berita yang kita sendiripun terkadang menerima mentah-mentah tanpa mencari tahu valid atau tidaknya berita tersebut. Berita yang dibilang menjadi trending topic today dikejar habis-habisan tanpa kita berfikir gerakan seperti apa yang bisa menjadikan KOPRI sebagai trending topic. Juga, untuk menghadapi perkembangan zaman, kita sudah bukan waktunya diam dan mengikuti alur keadaan. Namun perlu para perempuan yang siap menjadi the one of change dan penentu dalam menyambut society 5.0.

Singkat tulisan, Tidak ada yang membedakan diantara kita dalam Organisasi karena pada akhirnya kontestasi adalah ketentuan tapi ghiroh kita Ber-PMII akan selalu membiru kuning menuju KOPRI BERDIKARI dan kuncinya adalah kita harus berkolaborasi antar sesama dan menjawab pertanyaan “Apa yang hari ini compatible dengan KOPRI?” Silahkan boleh di jawab oleh pendapat masing-masing… Salam Pergerakan..!

Remini20210927125612592_1.jpg
Previous articleHabib Luthfi Sosok Ulama Paku NKRI
Next articleHaddad Alwi Assegaf Sang Munsyid Sholawat Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here