Lesbumi PCNU Kota Depok: Kami Tak Ingin Budaya Bukan Nusantara Lunturkan Indonesia

96
Lesbumi PCNU Kota Depok: Kami Tak Ingin Budaya Bukan Nusantara Lunturkan Indonesia

Penggiat budaya di Kota Depok, Jawa Barat, menyatakan bahwa mereka tak ingin budaya yang bukan dari Nusantara melunturkan Indonesia. Untuk itu, mereka mengikat diri dalam Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok.

“Kami sekaligus juga ingin bersilaturahmi sekaligus membuka pintu dengan seluruh masyarakat, khususnya juga yang di Kota Depok, yang mungkin selama ini ingin mengekspresikan budaya Indonesia tapi masih menahan diri,” kata Ketua Lesbumi NU Depok Romo Donny di Joglo Nusantara Heri Gonku, Setu Pengasinan, Depok, seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (19/8/2018).

Romo Donny melanjutkan, Lesbumi NU Kota Depok hadir dari para pegiat budaya yang bertemu dalam keresahan yang sama dan tak ingin budaya yang bukan nusantara justru melunturkan Indonesia.

Iklan Layanan Masyarakat
Lesbumi PCNU Kota Depok: Kami Tak Ingin Budaya Bukan Nusantara Lunturkan Indonesia

“Kami berasal dari berbagai bidang yang memang sehari-hari menekuni bidang ini. Ada pegiat keris, ahli sejarah, cheff, fotografer, peneliti, bahkan penulis naskah sinetron. Para pegiat budaya yang datang ini juga adalah warga Nahdliyin, baik sadar ataupun tidak sadar tak ingin budaya yang bukan nusantara melunturkan Indonesia, khususnya juga di Kota Depok ini,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, Ketua PCNU Kota Depok Salamun Adiningrat menyatakan, pihaknya menyambut kehadiran para penggiat budaya ini. Sekaligus memahami keresahan yang hadir di masyarakat Depok, terutama para penggiat budayanya.

“Untuk itu, pada hari ini kami juga legalkan kehadiran Lesbumi NU Kota Depok sebagai bagian dari PCNU Kota Depok,” terangnya.

“Kami juga cukup bangga, ternyata banyak warga Nahdliyin sebagai pegiat budaya. Ini bagus untuk kemajuan kebudayaan kita, khususnya di Kota Depok. Bahkan dulu para wali menggunakan budaya sebagai jalan untuk menegaskan bahwa Islam itu, Rahmatan Lil ‘Alamin,” tambah Salamun.

Selain sekadar pengukuhan, juga dilanjutkan dengan pengkajian mengenai budaya Nusantara. Serta diakhiri dengan atraksi budaya dan workshop pembuatan Wayang Tavip. Wayang Tavip adalah wayang yang dibuat dari barang-barang bekas.

Seperti diketahui, Lesbumi didirikan di Bandung pada 28 Maret 1962 dengan ketua umum pertama Jamaludin Malik, pemilik PT Persari. Ia dikenal sebagai produser film.

Tokoh lain adalah H. Usmar Ismail, seorang sutradara piawai yang dari tangannya lahir film-film besar sepanjang zaman serta puluhan bintang cemerlang.

Kemudian ada juga Asrul Sani, seorang penulis skenario yang hingga kini diakui banyak orang belum ada tandingannya. Ia adalah Ketua Umum Lesbumi menggantikan Jamaludin Malik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here