Tujuhbelasan di PKMW Taman Belajar AL-AFIFIYAH Bandung

Bandung, 17 Agustus 2018
Merayakan hari raya Kemerdekaan Republik Indonesia sudah menjadi keharusan sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Perayaan itu dilakukan oleh semua pihak, baik di intansi pemerintahan, perusahaan, pendidikan juga di pesantren-pesantren. Di taman belajar, perayaan HUT RI menjadi momen yg ditunggu –tunggu. Kemeriahan begitu terasa setiap kali memasuki masa tujuhbelasan.
Mulai dari menjelang 17 Agustus para siswa atau santri sudah berhias, dekorasi khas Kemerdekaan dipasang disekeliling sekolah kelas atau kobong (tempat tidur santri) seperti umbul-umbul merah putih, bendera – bendera kecil dan lainnya. Kelas-kelas pun di hias sedemikian rupa, selain untuk perayaan Kemerdekaan juga untuk lomba menghias kelas yang biasanya ada setiap tahun.
Di PKMW Taman Belajar AL-AFIFIYAH, Kopo misalnya , Jum’at (17/08), suasana aula sangat ramai. Puluhan santri berada di dalam maupun luar aula tersebut. Kata Yogi salah satu santri PKMW Taman Belajar AL-AFIFIYAH bahwa acara merayakan tujuhbelasan ini sudah menjadi sebuah keharusan, “sudah setiap tahun kalau 17 Agustus kami selalu membuat acara seperti ini” ujar Kang Yogi Mustafid
Acara yg dimulai dari pagi hari itu dibuka oleh Tawwasul kepada para pejuang, para Massayikh Nahdlatul Ulama yang banyak berperan untuk negri ini. Dilanjutkan doa bersama untuk negri, yang di pimpin oleh kang Dera salah satu kader Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Babakan Ciparay, dan acara pembukaan pun resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh para santri dan santriwati yang memenuhi aula PKMW Taman Belajar AL-AFIFIYAH yg di asuh oleh KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi yang menjabat juga sebagai Sekretaris PCNU Kota
Bandung.
Selanjutnya Acarapun dilanjutkan oleh perlombaan seperti lomba balap karung, tusuk balon, estapet air dan lomba-lomba khas tujuhbelasan. “senang sekali setiap momen perayaan Kemerdekaan 17 Agustus. Karena kami bisa berkumpul dan mengikuti berbagai perlombaan. Saya sangat bangga bisa menjadi panitia HUT RI kali ini, karena menurut saya ini adalah sebuah kebanggan tersendiri dan salah satu bukti kalau kami sangat mencintai Negri kami Idonesia Raya’’ Ucap Sani salah satu santriwati PKMW Taman Belajar AL-AFIFIYAH yang juga menjadi pengurus Ikatan Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bandung.
“Para santri harus dibentuk mentalnya untuk merasakan kesatuan dan kebhinekaan dalam berbangsa dan bernegara. Kecintaan pada Negara perlu ditanamkan dalam diri setiap santri” tambahnya.
Tidak hanya kemeriahan yg diharapkan, tetapi juga dapat mengajarkan makna perjuangan dan sikap menjaga kemerdekaan yang telah dirasakan selama 73 tahun tersebut. Semoga dihari ulangtahun kemerdekaan RI yang ke 73 ini, para pelajar/santri di Indonesia dapat lebih berprestasi dan mengharumkan nama bangsa sebagai bentuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan Negeri ini.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



