Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-20

242

ما أرادت همة سالك أن تقف عندما كشف لها. إلا ونادته هواتف الحقيقة: الذى تطلب أمامك، ولا تبرجت له ظواهر المكونات. إلا ونادته حقائقها: انما نحن قتنة فلا تكفر.

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-20“Tujuan utama pejalan Akhirat bukan menginginkan tersingkap cahaya-cahaya. [Ketika itu] suara-suara kebenaran akan menyeru ‘yang kamu cari [bukan itu] tapi ada di depanmu; dan tidaklah rahasia-rahasia alam tampak baginya, kecuali suara-suara kebenaran akan berteriak ‘ kami adalah fitnah, maka janganlah kamu kufur.”

Hidup ini, ya sebuah perjalanan. Yang terus berjalan ke depan. Jejak-jejak kaki sebelumnya takkan pernah bisa diinjak lagi. ‘Kita tidak akan pernah menginjak air sungai yang sama, ‘ kata seorang filosof.

Sampai kapan perjalanan ini ? Orang-orang bijak mengabarkan ‘sampai ruh meninggalkan jasad. ’ karena itu, jangan berhenti dan jangan menghentikan perjalanan.

Iklan Layanan Masyarakat

Ya, banyak orang, termasuk kita, yang enggan tuk meneruskan perjalanan karena merasa nyaman waktu singgah, terpukau keindahan, dan tergoda bujuk rayu nafsu.

Seperti itu pula pejalan akhirat. Cahaya-cahaya ruhani dan rahasia-rahasia alam yang tersingkap dan terungkap dalam perjalanan adalah godaan terbesar baginya. Apakah ia mencukupkan dengan apa yang diperolehnya atau tidak ? Tapi ketahuilah, bukan itu tujuan utama. Tujuan utama takkan pernah diperoleh dalan kehidupan ini. Ia ada dalam kehidupan yang akan datang. Oleh karena itu jangan pernah berhenti.

Betul, orang tersingkap rahasia baginya adalah orang istimewa. Tapi, keadaan ini adalah fitnah yang menguji pemiliknya. Akankah keadaan itu akan membuat dirinya lebih baik, atau malah sebaliknya ? Karena orang yang banyak mengetahui rahasia sesuatu di luar dirinya cenderung melupakan ihwal dirinya sendiri.

Wallahualam
(5:27/180118)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here