Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-34

351

إن أصل كل معصية وغفلة وشهوة الرضا عن النفس.

Sesungguhnya sumber segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah meridhoi nafsu.

وإن أصل كل طاعة ويقظة وعفة عدم الرضا منك منه.

Sesungguhnya sumber segala ketaatan, keterjagaan dan menjaga dari yang haram adalah tidak meridhoi nafsu.

لأن نصحب صاحبا جاهلا لايرضى عن نفسه خير لك من أن تصحب عالما يرضى عن نفسه.

Kamu berkawan dengan orang tak berilmu tapi tidak mengikuti nafsu adalah lebih baik daripada berkawan dengan ahli ilmu yang suka menuruti nafsunya.

Iklan Layanan Masyarakat

فأي علم لعالم يرضى عن نفسه؟
فأي جهل لجاهل لايرضى عن نفسه؟

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-34Ilmu apa yang ada pada ahli ilmu yang menuruti nafsu? Kebodohan apa yang ada pada orang bodoh yang tidak Menuruti hawa nafsunya?

  • Nafsu itu, kata Imam Bushiri, seperti anak kecil, yang ketika waktunya disapih lalu tidak disapih, ya sampai gede tetap minta nyusu. Bersabar dengan renggekan nafsu akan berbuah kebaikan. Sebaliknya tak tahan dengan itu lalu memenuhi keinginannnya akan berbuah keburukan.
  • Keluasan ilmu tidak menjamin seseorang terbebas dari buain nafsu. Malah semakin luas ilmu, semakin tinggi jabatan, semakin istimewa nasab, semakin ganteng atau cantik, maka semakin besar dan berlimpah tuntutan dan keinginan nafsu.
  • So, tanyakan pada mereka yang disebut ustadz, kyai, ulama yang suka menperturut nafsu, ilmu Tuhan atau hantu yang kalian kuasai? Ilmu Nabi atau setan yang kalian praktekkan? Ilmu orang soleh atau orang salah yang kalian miliki?

(Lirboyo, 06.20/070218)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here