Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-46
من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فات من الموافقات وترك الندم على ما فعلته من وجود الزلات
“Di antara ciri hati yang mati tak ada kesedihan bagi ketaatan yang luput dikerjakan, dan tak ada penyesalan atas dosa yang sudah diperbuat. ”
Jangan pernah mengabaikan hak-hak tubuh. Suguhi makanan biar dia kuat, dandani dengan pakaian biar ia cantik, tempeli dengan jabatan biar dia gagah, buatlah dia senang agar kehidupan menjadi indah.
Sebentar…. Sebentar… , apakah kita melakukan hal yang sama untuk hati dan jiwa ? Untuk yang satu ini, kita seharusnya lebih mengistimewakannya.
Jika kita abai dengan hak hati, membiarkan lemah, lalu melemah, akhirnya mati, lalu apa artinya tubuh yang dibuat cantik, tubuh yang dibikin gagah, tubuh yang dihiasi jabatan?
Ya, tubuh ini akan menjadi patung hidup yang dikendalikan dan disetir oleh nafsu keburukan. Atau jasad yang dirasuki roh jahat.
Hati kita harus tetap hidup, tapi tidak dengan disuapi dunia, didandani dengan jabatan, ditempatkan di apartemen. Bukan dengan itu semua. Itu semua justeru racun yang akan membunuh hati.
Hati kita akan hidup ketika ia mengenal Tuhannya, ia bersemangat jika berbuat ketaatan, ia bergembira saat menjalankan dan menyebarkan kebaikan.
(06.00/220218)