Ngopi Bareng Kang AMR : SECARIK KERTAS

33
Ngopi Bareng Kang AMR : SECARIK KERTAS
Menjadi waliyullah itu tidak ada syarat apapun. Karena untuk maqom ini, seseorang itu mushtofa, dipilih Allah, tidak mukhtar, dipilih berdasarkan ikhtiar dan usahanya. Juga, cara pemilihannya, ya suka-suka Allah saja.
Tentunya hal ini menjadikan saya atau anda punya peluang yang sama untuk menjadi atau tidak menjadi waliluyyah.
 
Bukti mengenai hal itu banyak ditemukan dalam kisah para sufi agung. Salah satunya adalah apa yang dialami oleh Bisyr bin Harits (767-841 M).
 
Sufi, kelahiran Merv, Iran, ini dulunya adalah seorang berandalan dan pemabok. Sampai suatu ketika, dalam keadaan mabuk berat, dilihatnya secarik kertas bertuliskan bismillah di jalanan. Segera diambilnya, lalu dibersihkan debu yang menempel, dilumuri dengan minyak wangi dan disimpan di atas lemari.
 
Setelah itu, seorang wali menemuinya dan mengabarkan bahwa Allah sudah memilih dirinya menjadi wali.
Bisyr juga dikenal dengan gelar al-hafi (الحافى), yaitu yang tak beralas kaki. Ketika ditanya mengapa tak suka beralas kaki, beliau menjawab: ‘Perkenalannku dengan Allah dengan tanpa alas kaki. Jadi aku malu untuk mengenakannya. Lagi pula, Allah jadikan bumi ini sebagai permadani, maka tak pantas aku berjalan di atasnya dengan memakai alas kaki.”
 
Ya, kaki Bisyr sudah menginjak istana Allah. Beliau tidak mau membuat sekat antara kakinya dan istana-Nya.
Sebab itulah, permintaan Khalifah al-Makmun agar ia berkenan menginjak kakinya di istananya, ditolaknya.
Bisyr lebih memilih hidup sebagi orang miskin. Berkali-kali muridnya, Ahmad bin Hambal, menawarkan bantuan. Dan selalu saja Bisyr menolak sambil berkata:
“Wahai Ahmad, apakah engkau ingin menyibukkanku dengan harta? Aku sedang berjalan menuju hari yang menakutkan. Orang yang bahagia adalah orang yang diringankan ketakutannya.”
 
Dan, tiba-tiba gelas berisi kopi itu melayang di hadapanku. Inikah malaikat yang membawa kabar kewalianku?
Ternyata bukan malaikat tapi bidadari surgaku. 
 
AMR
02/01/21
مفتاح السعادة
Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here