NU Merawat Peninggalan Tradisi Lama
Jakarta: Naskah kuno dan bentuk bentuk peninggalan lainnya perlu dirawat sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab Islam tidak pernah memusuhi tradisi dan budaya.
“Sudah sejak dulu NU merawat tradisi termasuk peninggalan kuno seperti naskah-naskah ini,” kata Kiai Said Aqil saat melihat pameran naskah kuno yang digelar Lesbumi PBNU hari ini, Selasa 31/01/2017 di Gedung PBNU.
Menurut Kiai Said Aqil, merawat naskah kuno itu cermin kesadaran atas sejarah. Sedangkan seseorang yang sadar atas sejarah niscaya dikenang oleh generasi setelahnya.
“NU hingga saat ini melekat dalam diri umat Islam Indonesia karena mampu merawat tradisi kuno, dan tradisi tentu dibangun di atas tanah air, ” tegas Kiai Said Aqil.
Pameran naskah dan peninggalan kuno digelar Lesbumi PBNU dalam rangka Harlah NU ke-91 hitungan masehi. Tampak berbagai macam keris peninggalan tokoh-tokoh kuno dipamerkan. Begitu juga manuskrip dalam bentuk fisik asli dan digital (KSF/ANW).
Sumber : PW Ansor Jabar
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



