The news is by your side.

Pelajar Majalengka Tolak Radikaliame

Pelajar Majalengka Tolak Radikaliame | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratJatiwangi – Dalam upaya menanggulangi gerakan radikalisme sejak dini, ratusan pelajar majalengka dibekali pemahaman tentang anti radikalisme dalam acara bertajuk IPNU & IPPNU Studies II yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kabupaten Majalengka di Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi (Sabtu, 4/11).

Ketua Panitia yang juga sekaligus Ketua PC. IPPNU, Afni Nurul Adilla mengatakan kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dengan materi-materi berkisar tentang Ke NU an, Kebangsaan dan Keorganisasian. “Acara ini dikemas dalam bentuk pengkaderan selama 2 hari, dengan materi yang cukup kompleks”, katanya.

Ia juga menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mencetak para pelajar dan santri yang militan terhadap NU serta berwawasan kebangsaan yang kuat. ” Kita ingin pelajar dan santri majalengka militan terhadap NU dan berkebangsaan yang kuat, sehingga terhindar dari gerakan-gerakan radikalisme”, jelas Siswi Kelas XII SMK Darul Ma’arif Cikedung Maja ini.


Follow Channel LTNNU Jabar di Whatsapp untuk mendapatkan update artikel terbaru. Klik Link ini >> Channel LTNNU Jabar


 

Sementara itu Ketua PC. IPNU Majalengka, Ramlan Ramadhan mengungkapkan optimismenya dalam mengawal para pelajar dan santri majalengka untuk tetap berwawasan kebangsaan yang kuat. Terlebih apabila steakholder atau pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah kabupaten majalengka mau bekerjasama dalam program anti radikalisme bersama IPNU & IPPNU. “Kegiatan seperti ini akan rutin berjalan sebagai media kaderisasi dan membentengi dari gerakan-gerakan radikalisme. Alangkah bijaknya kegiatan ini disambut oleh para pemangku kebijakan di Majalengka untuk mau bekerjasama dan memberikan suportnya”. Ungkapnya.

Ramlan menambahkan generasi muda khususnya para pelajar dan santri yang jiwanya masih labil sangat mudah disusupi gerakan-gerakan radikal sehingga terjebak dalam prilaku anti toleransi dan anti kebhinekaan, sehingga perlu adanya penguatan paham kebangsaan dan kebhinekaan. ” Pelajar dan santri itu masih punya jiwa yang labil, sehingga untuk melawan gerakan radikalisme perlu ditanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan dan kebhinekaan yang kuat”, ungkap pria asal Kertajati ini.

Dilain pihak, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah (PP. LDNU) KH. Maman Imanulhaq dalam sambutannya mengatakan sudah saatnya santri dan pelajar NU tampil mengisi semua aspek kehidupan. Sudah tidak jamannya lagi, santri atau pelajar NU ini minder karena sekarang banyak santri dan pelajar NU yang sukses baik itu di pemerintahan maupun dunia kerja lainnya. “Kita ini NU pemilik saham bangsa, sehingga sudah seharusnya kita tampil. Jadi santri dan pelajar NU gak usah minder, ayo gali potensi diri supaya sukses.”, ucapnya.

Anggota DPR RI ini juga menambahkan perlunya santri dan pelajar NU terus mengembangkan dan mensyiarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin ditengah-tengah kehidupan masyarakat. ” Kita harus tetap teguh menghargai perbedaan, kebhinekaan dan toleransi karena itu pondasi kuatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Dan tentunya sejalan dengan ajaran Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”, pungkasnya.

Tampak hadir dalam Acara Pembukaan Ketua PP. LDNU KH. Maman Imanulhaq, Ketua PC. GP. Ansor Ahmad Cece Ashfiyadi, Pembina PC. IPNU Aan Subarhan, Ketua PC. IPNU Ramlan Ramadhan, Ketua PC. IPPNU Afni Nurul Adilla, dan Ratusan Perwakilan Pelajar dan Santri Se Kabupaten Majalengka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.