The news is by your side.

Pesan Nabi Tentang Cinta yang Tidak Kita Sadari

Pesan Nabi Tentang Cinta yang Tidak Kita Sadari | NU Online Jawa BaratKeberadaan cinta dalam setiap diri manusia itu absurd tidak memiliki bentuk yang normatif, semuanya berdasarkan hal yang mengalir dalam perspektif subjektif yang datang dan membesar dalam hati, pikiran, dan psikologis seseorang, akan rasa suka yang hadir dan mendatangkan benih cinta itu sendiri.

Rasa Cinta merupakan hadirnya perasaan tertentu, yang kedatangannya mendatangkan rasa bahagia tak terkira, dengan terpuaskannya bagian hati kita.

Cinta menurut seorang pejuang hati, seperti pernyataan Jalaluddin Rumi, seorang Sufi yang mempunyai pandangan rasa cinta yang tak biasa dari manusia-manusia yang ada di bumi, dalam perenungan-perenungan cintanya, ia berpandangan, ”
Cinta adalah segalanya, alam semesta ini adalah alam cinta, semua yang terjadi dalam proses kehidupan ini muncul dari cinta.”
Jadi Cinta merupakan menampakan yang ada dalam kesemestaan kita, mewujud dan selalu muncul dalam setiap denyut kehidupan ini.

Cinta pada kesemestaan merupakan ujung cinta pada illahi yang telah menghidupkan kita.
Sehingga bentuk cinta yang beragam, mesti kita pilah untuk mendapatkan cinta sesungguhnya, diluar cinta yang paling utama, antara kita dengan sang pencipta.

Lalu cinta yang bagai mana ini ?

Biarkan cinta pada sang pencipta hanya kita dengan Nya yang tahu.

Tapi cinta lainnya, sebagai salah satu cara menampakan bentuk cinta, hingga kita bisa menghadirkan cinta kita pada bumi, pada kesemestaan itu cinta yang seperti apa ?

Cinta pada kekasih itu biasa !
Cinta pada keluarga itupun biasa ! Bahkan cinta pada hidup kita itupun terlampau biasa !
Juga Cinta pada Agama kita ini terlampau biasa-biasa saja, sudah umum, karena untuk setiap umat, di agama dan kepercayaan apapun, tentunya akan mencintai agamanya.

Nah, Nabi memberi gambaran soal cinta yang harus kita sadari, bahwa itu cinta luar biasa yang seharusnya menjadikan pegangan buat setiap muslim yang unggul, agar mau menjalankannya.

Karena cinta yang ada di sana sudah merupakan pengambaran cinta yang perspektifnya luas, global, melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan.

Nabi tidak menjadikan dan mengajarkan fanatik buta, yang hanya bicara dan menganggap agama kita saja yang paling benar !

Dalam Qur’an pun kita di ajarkan untuk menghormati para ahli kitab, tidak menyakitinya, dan kita tak arogan hanya karena jumlah kita dominan.
Lihat apa yang Nabi buat dengan adanya piagam Madinah.
Itu adalah bukti rasa cinta, luar biasa sang Nabi untuk alam semesta ini.

Sehingga salah kaprah kita, ketika lidah kita dikendalikan syetan, bicara agama di atas mimbar, tapi mudah memakai lidah kita, bicara untuk menyakiti, dan menghujat agama, keyakinan lainnya.

Cinta yang di ajarkan Nabi dalam hal ini tidak kesana bentuknya !
Dan tak mengajarkan membenci, dan menghujat keyakinan pihak lainnya.

Titah Nabi, tentang cinta ini ada dalam hadist, dan jadi hal yang fundamental.
Sangat dasar yang harusnya disadari oleh umat Islam kita

Sering di ulas tapi umat tak memahami hal ini.
Sering di bahas hadistnya tapi tak mengungkap semangat cinta universal yang Nabi dawuhkan.

Lalu Cinta yang mana yang tersembunyi ini ?
Sering di ulas, tapi ulasannya tak menyentuh itu.

Hadistnya adalah,“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni.

Itulah Cinta luar biasa yang didawuhkan dan dititipkan dalam pesan cintanya Nabi pada setiap muslim untuk di jalankan.

[bs-quote quote=”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” style=”style-13″ align=”left” color=”” author_name=”HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni” author_job=”” author_avatar=”https://ltnnujabar.or.id/storage/2022/09/nabi-removebg-preview.png” author_link=””][/bs-quote]

Sudah kah kita menghadirkan cinta ini ?

Itu lah semangat cinta yang luar biasa, yang Nabi titahkan pada umat Muslim ini, yang melampaui sekat sekat perbedaan, dan keyakinan.

Sehingga nilai Rahmat dari umat Muslim ini, akan terasa bagi umat lainnya.
Ujung-ujungnya, akan sangat nyata nantinya ruh dari Rahmatan Lil alamin, yang kita banggakan ini benar adanya…!

Semangat hadist di atas adalah membangun,”Cinta” yang harusnya kita tebarkan, bukan memancing kebencian yang digaungkan.

Sehingga pantas Gus Dur dalam ungakapannya menyatakan, ‘Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”

Alhamdulillah
Semoga bermanfaat.

Bambang melga Suprayogi M.Sn

Leave A Reply

Your email address will not be published.