The news is by your side.

Rois Syuriah PCNU Kota Bogor : Halal Bi Halal Wasilah Liqous Syawal, Tradisi yang Harus Dilestarikan

Rois Syuriah PCNU Kota Bogor : Halal Bi Halal Wasilah Liqous Syawal, Tradisi yang Harus Dilestarikan | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Abdul Mun’im Hasan – “Liqous Syawal (لقاء الشمال) yakni pertemuan di bulan Syawal kita pasca Ramadhan, pada acara ini, tentunya permohonan maaf atas segala kekurangan kesalahan kami dalam mengelola PCNU Kota Bogor, selaku Rois Syuriah, NU ini adalah Haeah (هيئة) atau Jam’iyah (جمعية) yang didirikan oleh Alim ulama juga di jaga oleh para Waliyullah, kita ketahui kebanyakan Ulama bergabungnya di Nahdlatul Ulama,” Jelas KH Musthofa Putra Tokoh NU Kota Bogor Mama Abdullah bin Nuh saat menyampaikan khutbah Iftitah dalam rangka Halal Bi Halal PCNU Kota Bogor di Aula Pondok Pesantren Al-Alawiyah Bogor.

Tambahnya bahwa, ” والله الموّفق إلى أقوام الطريق
Walaupun di NU banyak Konflik tetapi tetap menarik, Segala sesuatu akan indah pada waktunya. Mari kita bergembira bahagia di acara Halal Bi Halal ini. ” Kelakar Ketua Yayasan Islamic Center Al-Ghazaly Kota Bogor.

Hadir Pejabat Ketua PCNU Kota Bogor Ir H Edi Nurokhman menyampaikan sambutan Halal Bi Halal (HBH), tradisi yang baik sesuai nilai Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Kenapa kita masih mempertahankan acara Halal Bi Halal, tugas kita sebagai pengurus NU unutk mempertahankan tradisi Amaliyah Ahlusunnah waljamaah, juga jangan lupa adakan lailatul ijtima demi menjaga melestarikan Amaliyah Ahlusunnah An-Nahdliyah di lingkungan kita, tidak sekedar hanya rutinitas saja, yakni meninggalkan legasi yang bermanfaat untuk warga Nahdlatul Ulama,” Ujar Insiyur lulusan ITB Bandung.

Pada saat yang sama Camat Tanah Sareal Bapak Sahib Khan menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah Organisasi terbesar yang hendaknya banyak memberikan kontribusi yang nyata, seperti halnya para Ulama pendahulu.

“PCNU Kota Bogor semoga terus berkembang memberikan kemanfaatan, sebagai Organisasi Islam terbesar, bisa memberikan ide gagasan, untuk NKRI saat ini,” Jelasnya

Tausiyah Halal Bi Halal disampaikan oleh KH KH Ahmad Roidi Al-Farisi Ketua PCNU Kota Banjar

“Dengan ijin Allah SWT, malam terakhir Syawal ini kita dapat melaksanakan Halal Bi Halal (HBH), mudah-mudahan dapat memberikan keberkahan kepada kita amin,”

Tradisi Halal Bi Halal ini adalah produk asli dari Mbah Kiai Abdul Wahab Hasbullah, yang pada saat itu kondisi Negara kita sedang dilanda konflik internal, Tokoh NU hadir memberikan solusi yang jitu sehingga dapat mengeratkan seluruh elemen bangsa.

“Halal Bi Halal, istilah ini muncul saat terjadinya gejolak eksekutif dan legislatif, Presiden Sukarno datang ke Kiai NU,
صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ
Sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu.” (HR Ahmad)

Moment apa setelah gejolak, setelah didiskusikan, silaturahmi saat itu asing, HBH dari Mbah Kiai Abdul Wahab Hasbullah, presiden menyetujuinya
NU tidak pernah lepas kontribusinya untuk NKRI,” Ungkapnya

Saat ini Tawasul hampir hampir hilang, maka kita sebagai pengurus NU harus mengerti ayat
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. (المائدة: ٣٥)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan atau wasilah yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. al Maidah: 35)

Carilah wasilah, dalam tafsir Thobari, untuk menghubungkan ruhaniyah, makna al-Wasilah sesuatu yang diharapkan adalah ridho Allah, dengan kaidah sesuatu yang menghantarkan wajib maka jadi wajib, untuk mengetahui sahnya wudhu adalah ilmu, sholat harus sah wudhunya. Maka menjadi pengurus NU adalah sebagai wasilah mempertahankan nilai nilai Aswaja An-Nahdliyah, mempertahankan tradisi yang jelas baiknya sesuai Al-Qur’an dan Hadist,” Tegasnya

“Dengan hadirnya kita di sini semoga diakui Menjadi santrinya Hadrotus Syekh Mbah Hasyim Asyari, tentunya dengan berkontribusi untuk NU. Dan mendapatkan limpahan berkah,” Pungkasnya.

KH Alwi selaku shohibul wilayah berterima kasih kepada seluruh yang hadir di Pondok Pesantren Al-Alawiyah Bogor dalam rangka Halal Bi Halal PCNU Kota Bogor di aula Pesantren.

Acara HBH dihadiri para pengurus jajaran PCNU Kota Bogor, MWCNU se-Kota Bogor, Banom se-Kota Bogor. Kegiatan HBH dimulai dengan pembacaan Tawasul oleh KH Ahmad Firdaus, pembacaan Maulid Nabi Muhammad Saw dengan diiringi Hadroh oleh Santri Al-Alawiyah, Qori oleh Ustadz Sahrul pengurus MWCNU Bogbar, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal wathon serta diakhiri dengan doa oleh KH Fuad Fitri Fakhrurozi.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan

Leave A Reply

Your email address will not be published.