The news is by your side.

Rois Syuriah PCNU Kota Depok : Hakikat Makna Halal bihalal Pasca Idul Fitri

Rois Syuriah PCNU Kota Depok : Hakikat Makna Halal bihalal Pasca Idul Fitri | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Abdul Mun’im Hasan – KH Syihabuddin Ahmad sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Depok menyampaikan tausyiah pada acara Halal bihalal yang diadakan MWCNU Cimanggis Kota Depok pada tanggal 24 Mei 2022 di Gedung MTS Nasyatul khair Mekar sari

Kata halal menurut tinjauan bahasa atau linguistik berasal dari kata Halla atau Halala. Makna Halal bihalal dalam hal ini adalah menyelesaikan masalah atau kesulitan, meluruskan benang kusut, mencairkan yang membeku, melepaskan ikatan yang membelenggu. Dengan melaksanakan halal bi halal untuk silaturahmi dan saling memaafkan, maka seseorang akan menemukan hakikat idul fitri menjadikan diri kembali ke fitrah (suci), kembali kelembaran Putih tanpa noda.

“Pada hakikatnya tradisi ini merupakan esensi dari dari ajaran Rasulullah Saw yang tentunya Al-Qur’an menjadi sumber hukum primer, dengan wasilah Mbah Kiai Wahab Hasbullah istilah Halal bihalal menjadi viral sampai detik ini,” Tutur Kiai yang murid dari Al-Marhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alathas

Selanjutnya, Kiai lulusan Tebuireng Jombang ini membacakan ayat Al-Qur’an

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS.Al Hujurat: 10)

“halal bihalal tidak hanya sekedar saling memaafkan saja, namun juga menciptakan kondisi persatuan. Halal bihalal juga dapat mendatangkan rahmat Allah SWT. Tentunya dengan mempererat persaudaraan sesama muslim (الاخوة الاسلامية), dan juga persaudaraan sebangsa (الاخوة الوطنية) serta persaudaraan sesama manusia (الاخوة البشرية) haruslah selalu digaungkan sehingga tercipta kedamaian, keamanan, dan kenyamanan di NKRI,” Jelasnya

Bahwa dari kajian hadis pun ditemukan banyak hadits yang sangat mementingkan makna halal bi halal atau menjaga silaturahmi dan saling memaafkan, diantaranya sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Siapa yang ingin diluaskan rizkinya atau meninggalkan nama sebagai orang baik setelah kematiannya hendaklah dia menyambung silaturrahim.” (HR. Al-Bukhari).

Juga Nabi SAW bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ

Artinya: “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia).” (HR. Al-Bukhari)

“Nabi saw juga menganjurkan umatnya untuk meminta maaf atau minta dihalalkan jika melakukan kesalahan kepada orang lain, semoga kita termasuk umat yang akan mendapatkan Syafaat beliau di akhirat kelak nanti, ilahi amin,” Pungkasnya

Pada acara Halal bihalal sambutan oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Cimanggis Ustadz Sholahuddin, bahwa sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kita selaku kaum muslimin Indonesia.

“Halal bihalal menjadikan kita semua kembali kepada fitri sebenarnya, minal aidin wal faizin taqoballah sholihal a’mal, mohon maaf lahir dan batin,” Tutupnya
Patut diketahui bahwa acara Halal bihalal diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tabuhan hadrah kesenian Islam, dan diakhiri dengan doa.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan

Leave A Reply

Your email address will not be published.