The news is by your side.

Sabar itu Tangguh dan Kemenangan

Sabar itu Tangguh dan Kemenangan | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratKesabaran kita selalu Allah evaluasi?
Maka Dia memberikan cobaan sebagai pengujinya.

Sabar merupakan mutiara luarbiasa berharga yang manusia miliki, dan oleh Iblis, sifat sabarnya manusia itu paling ia benci.

Maka ketika di Surga, saat peristiwa Adam dihinakan oleh Iblis, Adam hadapi segala caci maki, hujatan, dan hinaan yang datang menerpanya dengan penuh kesabaran, Adam tidak melawan, tetap tenang, menjaga kontrol dirinya, dan tidak terbawa emosi.

Sehingga Iblis yang waktu itu masih merupakan mahluk yang dikenal sosok ahli ibadah, pemimpinnya para Malaikat, harus tertunduk lesu, jatuh harga dirinya, karena Allah memuliakan Adam, yang terbuat dari tanah, ternyata melebihi keunggulannya sang Iblis, yang mana, ia Iblis tercipta dari api.

Kesabaran merupakan potensi terpendam, ia puncak dari keimanan dan ketaqwaan, serta ketawakalan, yang akan menjadikannya seorang mulia, dan mendapatkan kemenangan.

Coba lihat perilaku Nabi Muhammad SAW, yang kita cintai.
Dalam kehidupannya, dari masa awal kenabian, sampai ia berpulang, beliaunya mengamalkan kesabaran yang tiada ada bandingannya.

Mendapat hujatan, hinaan, celaan, bahkan sampai harus terusir dari kota kelahirannya Mekkah, dan harus hijrah ke Madinah, semua itu Nabi hadapi dengan penuh keikhlasan, kesabaran yang tinggi, dan terbangunnya kesadaran yang dilandasi ketawakalnnya.

Dan tidak hanya itu, celaan verbal, adalah hal biasa baginya.
Sampai cobaan fisik pun ia alami, Percobaan pembunuhan hingga dikejar kejar penduduk Mekkah kafir Quraisy, sehingga ia harus bersembunyi di gua Tsur, atau Jabal Tsur. Dihujani lemparan batu oleh penduduk Thaif, hingga terluka dan berdarah-darah, sampai malaikatpun marah, Nabi hadapi peristiwa itu dengan kesabaran.

Lalu pada perjalanan dan akhir hidupnya, Nabi memilih kehidupan yang sangat-sangat sederhana, padahal ia adalah pemimpin Agung Agama ini, apa yang tidak bisa ia dapat !
Namun Nabi sendiri, ia memilih hidup sederhana, dan bersabar dalam kesehariannya hingga acapkali menganjal perutnya dengan batu, hanya untuk menahan rasa lapar yang menderanya.

Sampai akhir hidupnya pun, Nabi kita Muhammad SAW, masih sempat menunjukkan tingkat kesabaran yang luarbiasa, yang ia tunjukan pada umat, bahwa kesabaran itu harus terus konsisten ia bawa sampai ajal menjemputnya, sehingga sang anak Fatimah Az-Zahra, sampai harus menangis, karena untuk kain kafan untuk Ayahnya pun, ia sampai kesusahan mendapatkannya.

Dari Nabi kita mendapat pelajaran, bahwa harta tak akan dibawa mati, dan kesabaran menghadapi godaan duniawi, harus terus diperjuangan oleh umat, sampai pada akhir kematiannya.

Itulah kesabaran hakiki yang seutuhnya.
Bukan saja hanya sabar menghadapi celaan, hinaan, secara verbal.
Atau perlakuan kasar yang berdampak pada kekerasan fisik.

Tapi kesabaran yang dipenuhi kesadaran, bahwa sabar itu tak ada batasnya, ini yang harus kita lihat dari contoh Nabi yang mempraktekkan kesabarannya, hingga akhir hidupnya.

Maka ketika ada yang berucap,”sabar ada batasnya !”
Dan ucapan itu sebagai penegas dari ia harus bereaksi, maka yang akan hinggap adalah celah iblis untuk mengendalikan nafsunya.

Sehingga yang akan diluapkan adalah kemarahannya, rasa emosional, dan meledaknya hawa nafsu untuk membalas, ketika sampai pada titik kulminasinya.

Maka yang terjadi adalah, Iblis menyambut itu dengan riang gembira, tak sadar kita telah masuk pada perangkapnya Iblis, yang mampu mencelakakan diri, dan akhirnya menyesali perbuatan kita yang tidak bisa menahan kesabarannya itu.

Sabar itu ketangguhan hati dari seorang yang bermental pemenang.
Lihat Nabi ketika menyikapi peristiwa penduduk Thaif !
Ketika Malaikat pun sampai mendidih dan menawarkan azab bagi penduduk Thaif, Nabi malah menolaknya dan balik mendoakan kebaikan untuk penduduk Thaif tersebut, hingga pada akhirnya, waktu menjawab doa Nabi tersebut, dan penduduk Thaif beriman dan masuk Islam dengan penuh kecintaan pada sang Nabi.

Begitupun pada peristiwa pengusir Nabi dari Mekkah, akhirnya Allah hadirkan kemenangan dan kembalinya Nabi dengan gagah dan bijaksana memasuki kota kelahirannya Mekkah.

Yaa kesabaran adalah sikap kita membangun kemenangan.
Kesabaran merupakan jawaban hebat seorang muslim yang tangguh, dalam menghadapi cobaan yang Allah berikan.

Iblis akan menjauh dari seseorang yang memiliki kesabaran.
Iblis akan sangat senang pada mereka yang emosian.
Sedangkan para Malaikat akan sangat bangga pada para pemilik kesabaran.

Menjadi sabar adalah membangun kerajaan besar dalam hati kita.
Mempraktekan kesabaran adalah mempraktekan cara kita memperoleh kemenangan-kemenangan yang akan kita raih.
Tidak hanya di dunia, tapi juga diakhiratnya.
Alhamdulillah.

Semoga bermanfaat.
Bambang Melga Suprayogi M.Sn

Leave A Reply

Your email address will not be published.