Secangkir Teh Kiai Babakan Pembuka Gerbang Surga

87

Secangkir Teh Kiai Babakan Pembuka Gerbang SurgaSuhu udara di Kabupaten Cirebon nampak begitu berbeda dengan hari-hari biasanya. Daun Pepohonan mangga yang ada disekitar komplek pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin seakan menikmati gerakan angin kencang hingga dahannya bergesekan tanpa henti.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Jatiwangi Majalengka memberitakan bahwa angin yang menghantam wilayah Cirebon disebabkan badai tropis Maria yang berada di utara Indonesia.

Jumat (6/7) Ketua LTM PCNU Kab Bogor, H. Agus Riadi, S.E sedang menikmati silaturahim blusukan bersama wakil Sekretaris LTM, H. Abdul Hadi Hasan, Lc di Cirebon. “ Benar udaranya cukup dingin.” Dilontarkan Haji Agus sambil melangkahkan kaki ke Masjid Pesantren.

Iklan Layanan Masyarakat

Masjid nampak masih sepi, beberapa santri nampak berdatangan mengisi shaf. Ada yang langsung melaksanakan shalat Sunnah, ada yang langsung membuka kitab alfiyah seraya menghafalnya, ada pula yang bermalas-malasan tidur kembali ditemani dinding masjid yang membisu.

“Dag, Dig, dug, tok, tak, tok.”Suara itu terdengar dari lorong asrama yang berdampingan dengan masjid, nampak sebagian santri senior sibuk membangunkan para santri yang masih terlelap dalam Kobongnya. Salah satu senior lainnya mulai menyalakan speaker masjid dan melantunkan shalawatan dengan suara merdunya.

Santri terus berdatangan, Shaf yang tadi kosong mulai sesak dipenuhi Santri baru berbaju Koko putih, sarungan dan mengenakan Kopyah Nasional. Lantunan sholawatan pun diakhiri oleh pengurus dengan melakukan Iqomah. Dari kejauhan terlihat salah satu Pengasuh Pesantren, KH. Yasyif Maemun Syaerozi sudah berdiri siap mengimami jamaah masjid.

Shalat subuh yang penuh kehangatan diakhiri dengan salam dan dzikir berjamaah. Kiai Yasyif bergerak meninggalkan mihrab selepas melantunkan doa yang diamini seluruh jamaah. Haji Agus pun beranjak dari shafnya mendekati Kiai Yasyif yang selangkah lagi menuju pintu Keluar Masjid. “ Assalamu Alaikum.” Ucap Haji Agus sambil mencium tangan Kiai Yasyif diikuti pula oleh Kang Hadi.

Kiai Yasyif menjawab salam dengan penuh kehangatan, “ Wa Alaikum salam. Dugi jam pinten.” Lugasnya dengan bahasa Cirebonan. Kemudian Kiai Yasyif keluar dari masjid dan mengajak kedua tamunya ke rumah Beliau.

Sampai di Rumahnya, nampak beberapa santriwati sibuk menyapu halaman, membersihkan dedaunan pohon mangga dan jambu yang berserakan disebabkan kencangnya angin. “ Mangga Melebet” ucap Kiai Yasyif. Haji Agus dan Kang Hadi langsung masuk ke dalam rumah dan duduk sila di atas permadani yang terhampar di ruang tamu.

Tak berselang lama seorang santri mulai membuka toples-toples yang berisi bermacam-macam kue lezat. Beberapa cangkir teh panas pun diletakan di sisi toples. “ Ayo diminum.” Lugas Kiai Yasyif sambil memulai obrolannya dengan menanyakan program LTM PCNU Kab Bogor.

Haji Agus menyampaikan bahwa LTM PCNU Kab Bogor selain aktif mendorong Muharrik masjid dan dakwah untuk berjuang memakmurkan masjid, juga melakukan dakwah literasi di medsos yang dipelopori oleh Wakil Sekretaris LTM PCNU Kab Bogor. “ Dunia nyata dan Maya harus menjadi ruang dakwah Aswaja Annahdliyah.” Paparnya.

Kiyai Yasyif sangat mendukung dan salut dengan kerja tim yang dilakukan oleh pengurus LTM PCNU Kab Bogor. “ Sangat bagus sekali, harus dilanjutkan, ditularkan agar dakwah di kedua Medan lebih semarak, itu dilakukan demi menangkal gerakan radikal terutama gerakan yang merongrong Islam Nusantara dan NKRI.” Imbuh kiai.

Beliau melanjutkan bahwa musuh ulama dan Negara tidak pernah tidur, mereka aktif menyebarkan faham radikalnya. “ Kita harus didik Muharrik masjid dan dakwah untuk lebih proaktif dan produktif menunjukan dakwahnya” Lugas Kiai Yasyif.

“ Mungkin ini salah satu contoh yang dimaksud Kiai.” Ucap Kang Hadi sambil memberikan smartphone yang layarnya menampilkan berita aktifitas Haji Agus dan transkrip ceramah Kiai yang ada di website www.ltnnujabar.or.id.

Kiai Yasyif membaca berita dan transkrip ceramahnya dengan penuh ketelitian, saking telitinya satu persatu paragraf mulai disyarah, dikritisi olehnya. Diantaranya transkrip sebagian ceramahnya terkait “Nur Muhammad/ penciptaan Cahaya Nabi Muhammad Saw” yang pernah beliau sampaikan di Majlis Al Wildan, Pabuarann Kab Bogor.

Kang Hadi Menyambut saran dan kritik yang disampaikan oleh Kiai Yasyif sambil menikmati secangkir teh yang diyakininya sebagai pembuka pintu keberkahan dan surga. “ Kiai izin nambah tehnya, duduk disini pasti berkah karena dapat ilmu dan kunci surga.” Lugasnya.

Obrolan Penuh kehangatan dan ilmu terus berlangsung, beragam agenda dan konsep cerdas terus dipaparkan oleh Kiai Yasyif hingga beliau berpesan bahwa kita semua harus bersinergi dengan mengaktifkan berbagai elemen yang dimiliki oleh santri Pesantren.

Dua cangkir teh pun tak terasa telah menghangatkan tubuh, Benak semakin dipenuhi hikmah, hati tenang berkat untaian nasihat Kiai Yasyif. Haji Agus pun pamit meninggalkan kediaman Kiai dan bergegas ke tempat lain untuk melakukan ziarah di Makam Mama Almarhum KH Syaerozi yang berada tidak jauh dari Komplek Pesantren Assalafie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here