Siswa – siswi MI Karangpawitan Kampanye Mengurangi Sampah Plastik

48
Siswa - siswi MI Karangpawitan Kampanye Mengurangi Sampah Plastik

Siswa dan siswi MI Karangpawitan, Kecamatan Padaherang menjadi bagian dari kampanye peduli lingkungan di Kabupaten Pangandaran. Api Nurzakiyah Kader IPPNU pangandaran berkunjung untuk mensosialisasikan kegiatan Pelajar Peduli Lingkungan dalam mengurangi sampah plastik, “ sampah plastik adalah masalah terbesar diawal tahun 2020, curah hujan melanda sehingga menyebabkan banjir. Dikarenakan saluran air mampet akibat sampah plastik. Siapa yang tahu, dimana sajakah banjir yang ada di TV?” ucapnya pada penyampaian sosialisasi.

Kegiatan ini serentak dilaksanakan pada tanggal 2-3 Maret 2020 tersebar diseluruh Kabupaten Pangandaran, Hadis Sutiawan Santoso salah satu guru olahraga dan Pembina pramuka MI Karangpawitan menyebutkan,” adanya kegiatan ini, saya sangat memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada IPPNU Pangandaran. Karena IPPNU telah bersedia dan peduli terhadap lingkungan serta mengajak masyarakat luas untuk ikut andil dalam menjaga lingkungan salahsatunya mengurangi sampah plastik”.

Disamping itu, IPPNU Pangandaran menggelar kegiatan ini untuk memperingati hari lahir IPPNU Ke-65 dan menyambut Konferensi Wilayah (KONFERWIL) IPPNU Ke-16 Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu digelarlah kegiatan Campaign Zero Waste Lifestyle, untuk mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik.

Iklan Layanan Masyarakat

“Kami mengajak siswa MI Karangpawitan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan membiasakan diri menggunakan tumbler, selain itu saya juga meberikan edukasi terhadap dampak-dampak bahayanya sampah palstik”, kata Api Nurzakiyah.

Menurut ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Pangandaran, menyebutkan bahwa “kegiatan yang dilakukan rekanita Api adalah sebuah stimulus sosial terhadap kepekaan pada lingkungan apalagi yang menjadi sasarannya adalah anak-anak di usia SD/MI, dengan ini maka 10 atau 20 tahun kemudia anak-anak SD/MI ini bukan bagian dari pengguna sampah yang sulit diurai” pungkas Ai Mudrikah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here