Sosialisasi Jaringan Kiai Santri Nasional ke WNI di Libanon

30

Sosialisasi Jaringan Kiai Santri Nasional ke WNI di Libanon(Tripoli, Libanon) Pada tanggal 24 Oktober 2018, KH Asep Saifuddin Chalim ketua Umum PP Pergunu berkesempatan untuk mengunjungi ibukota Libanon, yaitu Beirut. Terdapat beberapa agenda dalam kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh Kyai Asep, diantaranya adalah mengantarkan santri-santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang mendapatkan beasiswa penuh dari Al Jinan University, Tripoli, Libanon.

Mahasiswa beruntung yang dimaksud adalah Zidan Rosyidi di Jurusan Studi Islam dan Syariah, Fakultas Adab sedangkan Ariq Cahyanto dan Ulfa Rohmatul Ula di Jurusan Medical Science.

Bersama rombongan ke Libanon, Rektor Institut KH Abdul Chalim, Mojokerto yaitu Dr Mauhibirrahman, wakil rektor 1 Bidang Akademik, Dr Fadly Usman, serta jurnalis senior Djoko Pitono, juga ikut menyertai di dalam rombongan. Adapun hasil pertemuan singkat antara Kyai Asep, Dr Mauhibirrahman dan President Al Jinan University, Libanon, selain terjalin kerjasama di beberapa bidang terkait pendidikan dan penelitian, juga menghasilkan beasiswa bagi dosen-dosen jurusan Bahasa Arab untuk dapat belajar langsung di Al Jinan University dalam program short course selama 3 bulan.

Iklan Layanan Masyarakat

Pada saat berkunjung ke Tripoli, Kyai Asep menyempatkan diri untuk berbincang dan bertemu dengan 30 mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Libanon. Beliau berpesan agar, sebagai generasi muda, pelajar dan juga santri Indonesia yang sedang sekolah di luar negeri untuk dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Kyai Asep menambahkan bahwa sekolah di luar negeri memberikan manfaat keilmuan dan soft skill yang sangat penting bagi seorang pelajar, diantaranya adalah kemampuan manajerial yang baik, tangguh, kemampuan beradaptasi yang baik dan juga kemampuan mengambil keputusan yang tepat.

Sebagai salah satu penggagas Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), Kyai Asep juga menyampaikan untuk memilih pemimpin yang tepat dan bertanggung jawab pada pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

Terdapat lima alasan dalam memilih pemimpin yang baik, pertama pilihlah yang sholatnya baik, jika sholatnya baik maka akan baiklah seluruh amalannya. Kedua, pilih yang memiliki kecintaan pada negara di atas kepentingan pribadi. Ketiga, Pilih yang telah berjasa kepada kaum santri.  Keempat, Pilih yang mau bekerjasama dengan ulama.  Kelima, kaidah kaum santri adalah mengambil yang diyakini (Al Akhdzu bil yaqin) dan jangan berspekulasi pada yang belum terbukti. (FUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here