Terus Lakukan Pengkaderan, PC IPPNU Kabupaten Indramayu Gelar Diskusi Memperingari Hari Sumpah Pemuda

31

Mas Bram, Indramayu – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Indramayu, selain menjadi organisasi yang fokus terhadap pengkaderan juga merupakan organisasi yang kerap menjadi pencetak generasi nasionalis.

Hari sumpah pemuda dihasilkan dari kongres pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 selama dua hari di Batavia Jakarta. Yang setelah hasil ini kemudian menjadi peringatan hari besar nasional yang diperingati pada setiap tanggal 28 oktober.

Hari Sumpah pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, tahun ini Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Indramayu memeriahkan dengan mengadakan diskusi dalam memperingati hari sumpah pemuda yang kemudian mengambil Tema “Perempuan Bersatu berdaulat untuk Indonesia bangkit dan bermartabat”. Dari tema yang diusung inilah diharapkan seluruh Pelajar-Pelajar putri NU se-Indramayu bisa berkeyakinan bahwa dirinya seorang perempuan kuat dan berdaya, menyadarkan bahwa menjadi perempuan itu luar biasa dengan segala posisi yang bisa dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Iklan Layanan Masyarakat

Diskusi hari sumpah pemuda ini dihadirkan dua pemantik yang sangat luar biasa, dimana beliau semua merupakan demisioner ketua PC IPNU dan juga Ketua PC IPPNU Indramayu. pemantik pertama dibawakan oleh Pak Didik Himmawan, S.S., M.Pd.I (demisioner ketua IPNU 2013-2015), dan pemantik kedua dibawakan oleh ibu Maliha Ulfiyah, S.Pd (demisioner ketua IPPNU 2006-2008).

Ketua PC IPPNU Indramayu rekanita Mariya ulfah, S,Pd mengungkapkan “diskusi ini sangat diluar dugaan,dimana peserta bisa membludak,sengaja saya menjadikan para demisioner untuk menjadi pemantik,selain sebagai ikhtiar agar pelajar-pelajar NU yang lain juga tahu terhadap pejuang-pejuang di Ikatan Pelajar juga sebagai bentuk iktiar agar hubungan dengan para demisioner tidak hanya perihal ketika punya acara pengkaderan saja”.

Diskusi hari sumpah pemuda PC IPPNU Indramayu sangat mendaptkan antuasisme yang luar biasa dari pelajar-pelajar putri NU se-Indramayu yang merupakan delegasi yang dikirimkan dari berbagai kecamatan. Dihadiri oleh kurang lebih sekitar 60 peserta yang Dalam hal ini merupakan delegasi dari berbagai PAC/PK/PKPT IPPNU yang ada di Indramayu.

Malihah Ulfiyah,S.Pd selaku pemantik mengatakan bahwa “menjadi perempuan bukan menjadikan kita lemah terhadap sesuatu, melainkan harus bisa menjadi perempuan yang bermartabat” “mejadi aktifis perempuan jangan berhenti hanya karena omongan banyak orang yang notabenya tidak paham dengan apa yang kita lakukan, tetap semangat dalam berkhidmat’ sambungnya, sebagai pesan terhadap seluruh peserta yang ada.

Didik Himmawan.S.S., M.Pd.I dalam berjalannya diskusi mengungkapan perihal kata Pelajar dan Mahasiswaa yang kebetulan peserta diskusi terdapat dari kalangan perguruan tinggi juga. “jangan pernah sedikitpun malu atau bahkan gengsi terhadap kata pelajar, kalian harus percaya diri ikut dengan organisai IPNU ataupun IPPNU, karena jenjang pelajar hanya berbicara perihal usia bukan mengarah pada tingkat pendidikan” ujarnya.

“Melihat antusias peserta yang datang dari berbagai penjuru indramayu, semoga ini menjadi awal acuan semangat kedepannya agar bisa meelaksanakan kegiatan-kegiatan yang lain sebagai rutinitas Pelajar-Pelajar Putri NU Indramayu, yang tentunya dengan mengusung tema ke-Perempuan-an,” ujar Rekanita Mariya Ulfah dalam penutupan acara diskusi tersebut.

Penulis
Mas Bram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here