The news is by your side.

Tujuh Syarat Menjadi Generasi Milenial yang Sukses

Tujuh Syarat Menjadi Generasi Milenial yang Sukses | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat
Tujuh Syarat Menjadi Generasi Milenial yang Sukses | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Surabaya, NU Online

Pengasuh Pesantren Alif Lam Mim Surabaya, KH A Imam Mawardi menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh generasi milenial agar menjadi generasi yang sukses. Menurutnya, ada tujuh syarat yang harus dipenuhi agar hal itu tercapai.

Ia mejelaskan hal ini saat mengisi seminar motivasi dengan tema Membangkitkan Energi Spiritualitas: Menjadi Pribadi Cerdas, Berprestasi dan Sukses di Usia Muda yang diadakan oleh Pesantren Sirojut Ta’limil Qur’an Rungkut Surabaya, asuhan KH Ali Sirojuddin Thobib, yang berlangsung pada Ahad (19/5).

Syarat Pertama yang dicapai adalah generasi milenial harus memiliki motivasi. Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengutip Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 53 sebagai penjelasannya. “Apabila kita merasa salah jalan, tidak perlu menyalahkan orang lain atau mengutuk keadaan, karena yang salah adalah diri kita sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ibaratnya jika orang tersesat di jalan tol yang salah, segera mencari exit tol terdekat, dan kembali ke jalan yang benar. “Syarat Kedua adalah senantiasa beretika baik dan terlibat dalam kegiatan positif,” bebernya. 

Menurutnya, amal baik itu tidak sebatas pada yang bersifat ritual semata, namun bisa juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui etika dan berbagai aksi positif yang memiliki bermanfaat bagi orang lain.

Syarat Ketiga yang harus dipenuhi oleh generasi milenial adalah memiliki fondasi keimanan yang kuat. “Jika masih ada orang Islam yang kehidupannya tidak jelas, maka ada sesuatu yang salah dalam keimanannya,” ucapnya.

Pada poin ini, Kiai Imam menyinggung fenomena dari generasi milenial yang hanya menelaah ilmu umum dan mengesampingkan ilmu agama. “Padahal, agama hendaknya dimanifestasikan dalam diri kita, bukan di belakang kita. Religion must be inside ourself, not behind us,” tegas kiai penerima gelar Santri of The Year tahun 2018 ini.

Syarat Keempat yakni jangan bersifat sombong. Hal ini dikarenakan sifat sombong akan memicu datangnya kebencian dari Allah. Syarat Kelima, ia mengatakan bahwa generasi muda perlu mengikuti manhaj dengan melakukan banyak kajian mendalam terhadap Al-Qur’an.

“Generasi muda perlu banyak melakukan kajian mendalam terhadap Al-Qur’an dari berbagai macam perspektif, mulai dari sains dan teknologi, ekonomi dan bisnis, hingga sosial, dan politik,” tukasnya.

Syarat Keenam adalah sering melakukan introspeksi diri. “Pastikan hidup kita di dunia tidak hanya menunggu kematian, sehingga perlu berkontribusi terhadap masyarakat,” kata pemilik disertasi berjudul On Islamic Law for Moslem Minority in USA and Britain ini.

Terakhir, syarat yang Ketujuh harus dipenuhi oleh generasi milenial adalah selalu tunduk kepada Allah. “Generasi milenial harus memiliki ketundukan 100% terhadap Allah,” pungkasnya. (Hanan/Muiz)

Sumber : NU Online

Leave A Reply

Your email address will not be published.