Virus Corona dan Kisah Mulut Kotak Amal Masjid yang Dilakban

128
Virus Corona dan Kisah Mulut Kotak Amal Masjid yang Dilakban

Merebaknya virus Corona di seluruh dunia yang hingga kini telah merenggut lebih dari 108,865 jiwa manusia telah menimbulkan keprihatian mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat global karena wabah ini tidak pandang bulu berdasarkan ras, suku, agama, kebangsaan, hingga status sosial. Musibah besar ini tidak saja berdampak langsung terhadap aspek kehidupan masyarakat di bidang kesehatan, tetapi juga pada aspek ekonomi hingga keagamaan.

Dalam bidang ekonomi, banyak sektor informal terhenti kegiatannya karena alasan social distancing. Misalnya, banyak sekolah tutup hingga para pedagang kecil yang pada hari-hari biasa menjajakan dagangannya di sana tidak bisa berjualan karena murid-murid sekolah belajar di rumah masing-masing sesuai intruksi pemerintah. Dampaknya, banyak keluarga dari kalangan ekonomi lemah itu mengalami kesulitan keuangan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Banyak dari mereka adalah Muslim yang taat beribadah dengan selalu melaksanakan shalat Jumat di masjid.

Dalam bidang keagamaan, masjid-masjid diimbau untuk tidak menyelenggarakan shalat Jumat dan shalat lima waktu berjamaah untuk sementara demi memotong mata rantai penularan virus Corona antarjamaah masjid. Imbaun semacam ini datang dari berbagai ormas keagamaan seperti MUI, PBNU, DMI, dan Muhammadiyah dan bahkan dari ulama-ulama yang tergabung dalam Haiah Kibaril Ulama al-Azhar (Ikatan Ulama Besar al-Azhar) Kairo Mesir.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here