Warisan KH. Masluh Rifqon Sakandari: MWCNU Pacet Berhasil Ubah Mindset Pengurus NU

Bandung, Ansor Jabar Online – Visi almarhum Rois Syuriah MWCNU Pacet, KH. Masluh Rifqon Sakandari, untuk mengubah mindset pengurus Nahdlatul Ulama mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari terselenggaranya Musyawarah Ranting (Musran) NU Desa Mekarjaya dengan format semi-formal sesuai AD/ART, Minggu (23/11/2025).
Wakil Ketua Tanfidziah MWCNU Kecamatan Pacet, Ustadz Engan Abdul Wahid, menyatakan bahwa Musran kali ini merupakan pencapaian penting dari program sekolah ranting yang diinisiasi almarhum KH. Masluh.
“Belum pernah sebelumnya musyawarah ranting dilaksanakan secara semi-formal. Ini hasil dari sekolah ranting yang diadakan MWCNU Pacet dan PDPKNU yang ditanggung sepenuhnya oleh almarhum KH. Masluh Rifqon Sakandari,” ujar Ustadz Engan di Kantor Ranting NU Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Bandung.
Dari Bekasi hingga ke Ranting Desa
Ustadz Engan menjelaskan, almarhum KH. Masluh memiliki visi yang jauh ke depan. Beliau tidak hanya ingin pengurus NU sekadar duduk di bangku kepengurusan, tetapi benar-benar memahami organisasi secara mendalam.
“Beliau bahkan rela sekolah MKNU di Bekasi selama 5 hari hanya untuk memperbaiki mindset pengurus NU. Tujuannya agar pengurus di tingkat ranting mampu melaksanakan kegiatan seperti Musran sesuai aturan AD/ART NU,” jelasnya.
Program sekolah ranting yang dibiayai penuh oleh almarhum KH. Masluh tersebut kini mulai menunjukkan dampaknya. Musran Desa Mekarjaya menjadi yang kedua di Kecamatan Pacet yang digelar dengan format semi-formal, setelah sebelumnya dilakukan di Ranting NU Desa Pangauban.
Tiga Pemahaman Penting bagi Pengurus NU
Dalam sambutannya, Ustadz Engan menekankan tiga hal yang harus dipahami pengurus ranting NU.
“Pertama, faham tentang nash dalam Al-Qur’an dan hadis. Kedua, faham tentang masalah sosial yang timbul di masyarakat. Ketiga, faham tentang adat istiadat di lingkungan masyarakat,” urainya.
Ia mencontohkan, banyak kebiasaan masyarakat yang dilakukan turun-temurun dan memiliki manfaat baik, meski tampak bertentangan dengan sunnah. Pengurus NU harus peka dan tidak langsung menilai jelek, tetapi harus berdampingan karena prinsip NU adalah tawasuth atau moderat.
“NU itu prinsipnya tawasuth, artinya moderat atau tengah-tengah. Kita harus terus berdampingan dengan masyarakat,” tegasnya.
Musyawarah yang mengusung tema “Dengan Washilah Berkhidmah Pada Kiai, Kita Rawat Tradisi dan Menumbuhkan Inovasi” ini dihadiri 27 peserta dari perwakilan 9 anak ranting di Mekarjaya, beserta pengurus MWCNU Kecamatan Pacet, Banom Ranting, Ketua MUI Desa Mekarjaya, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Mekarjaya Dindin Rusad Nurdin.
Kepemimpinan Baru dan Komitmen Pemerintah Desa
Rois Syuriah Ranting masa khidmat 2020-2025, Ustadz Entis Sutisna, berharap Musran ini melahirkan pemimpin yang bagus secara keilmuan dan pergerakan. Sementara itu, Kepala Desa Mekarjaya Dindin Rusad Nurdin berkomitmen menyelesaikan lantai 2 kantor Ranting NU pada Desember 2025.
Musyawarah yang dipandu A. Hasan Nurhuda, Sekretaris MWCNU Pacet, dimulai dengan pembahasan tata tertib dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan 2020-2025. Setelah sidang komisi membahas berbagai isu keorganisasian, dilakukan pemilihan kepengurusan baru secara demokratis.
Hasil musyawarah menetapkan H. Toni Nasir sebagai Rois Syuriah dan Hasyim Asy’ari sebagai Ketua Tanfidziyah untuk periode 2025-2030.
Dalam sambutannya, H. Toni Nasir mengucapkan syukur dan berharap NU Ranting Desa Mekarjaya lebih berjaya dalam segala hal, baik secara religi maupun sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Hasyim Asy’ari menyampaikan harapan untuk menerapkan kaidah “Al-Muhafadzotu Ala Qodimissolih Wal Akhdzu Bil Jadidil Ashlah” – merawat kebiasaan baik pendahulu dan mengambil kebiasaan baru yang lebih baik.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Wawan, Ketua Tanfidziyah periode 2020-2025.
Ustadz Engan juga menginformasikan bahwa MWCNU Pacet akan melaksanakan Konferensi Kecamatan pada awal tahun 2026 sebagai kelanjutan dari pembenahan organisasi di tingkat kecamatan.
Pewarta: Deden Syamsu Romli
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



