Weltanschauung Indonesia Sudah Final di Tangan Pancasila

20

Weltanschauung Indonesia Sudah Final di Tangan PancasilaINDRAMAYU – Weltanschauung (Pandangan hidup/filsafat/fundmental) yang telah dilontarkan oleh banyak tokoh dunia, baik yang Islami ataupun sebaliknya harus menjadi sebuah prinsip hidup bagi siapapun untuk menjadikan sesuatu agar menjadi besar, kokoh dan bermanfaat.

Dalam diskusi kecil Selasa (7/11) bertempat di aula Kampus, bersama tokoh muda PCNU Indramayu yang juga sekaligus sebagai Wakil Ketua Satu bagian Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Indramayu M.A Heriyanto Al-Fudholi mengingatkan ketika Soekarno bercerita seorang Lenin saat mendirikan Uni Soviet dalam kurun waktu hanya 10 hari pada tahun 1917, ternyata Weltanschaung-nya sudah dipersiapkan sejak 1895. Juga seorang Adolf Hitler berkuasa pada tahun 1935, ternyata Weltanschaung-nya sudah dipersiapkan sejak 1922. Begitupun Dr. Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok pada tahun 1912, ternyata Weltanschaung-nya sudah dipersiapkan sejak 1895. Bagaimana dengan Indonesia, sejak kapan Weltanschauung tersebut dipersiapkan, apakah kemerdekaan 1945 terjadi tanpa perencanaan, pastilah ada tokoh besar yang menyiapkan Weltanchung tersebut untuk Indonesia.

Gusdur dalam Kick Andy mengatakan bahwa hadirnya Indonesia saat ini adalah karena Weltanschauung yang sudah disiapkan oleh para wali sanga sejak tujuh abad yang lalu, begitupun Gajah Mada memiliki Weltanschauung yang sama sehingga melakukan sumpah palapa, hingga pada era modern lahirlah Budi Oetomo dan Nahdlatul Ulama (NU) yang semata-mata untuk mewujudkan Weltanchuug di bumi Nusantara Indonesia.

Iklan Layanan Masyarakat

Dosen STIDKI NU dan juga aktifis muda Zamaksyari dalam secara puitis mengingatkan kita saat awal piagam Jakarta dideklarasikan oleh sembilan tokoh Indonesia, hal itulah yang akhirnya meneguhkan Istilah Pancasila. Zamaksari juga mengutip anekdot yang pernah dikatakan Gusmus dalam dialog Matanajwa bahwa akhir-akhir ini banyak golongan Orang Pintar Baru (OPB) yang berusaha menggugat Pancasila, mereka berusaha ingkar dan tidak Pancasilais, karena menurut mereka Pancasila tidak bersyariah, para OPB saat ini berusaha merongrong Indonesia, padahal OPB ini sedikitpun tidak berjuang dalam kemerdekaan Indonesia, tidak pernah angkat senjata dan bambu runcing seperti dulu para santri saat mengahadang VOC, para OPB ini sama sekali tidak pernah mampu melahirkan asas moderat rahmatan lil alamin seperti Pancasila, namun anehnya tanpa tahu malu dan lantang mengumbar syahwat anti Pancasila, sebenarnya mereka ini siapa, hendak bertujuan apa dan mau dikemanakan Indonesia.

Zamaksari menyatakan bahwa resolusi jihad dulu dilaksankan oleh segenap kaum sarungan untuk menghalau penjajahan belanda, sekarang resolusi jihad lebih tepat dilakukan untuk menghalau dan menghabisi Orang Pintar Baru (OPB) yang tidak mau Pancasilais, serta wajib ain bagi kaum nahdliyin muda untuk melantangkan pekik suara perang bagi mereka yang gagal faham akan Indonesia dan Pancasila.
(BEM STIDKI NU INDRAMAYU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here