Akhlak Dzuriyat Rasul dan Pemimpin Bangsa

Siapa sih yang tidak kenal dengan Habib Umar bin Husein Assegaff, Habib yang pernah studi di Atsaqofah Bukit Duri ini merupakan Habib yang unik, selain memiliki suara emas yang mendayu juga pandai dalam menyampaikan ceramah dengan bahasa Sunda.
Habib Umar bin Husein Assegaff dikenal sebagai Penceramah yang rajin melakukan dakwah blusukan, berbagai mimbar pernah didatanginya. Beliau memang perantau dan sejak lama memusatkan kegiatannya dakwahnya di Kabupaten Bandung tepatnya di Majalaya.
Walau Habib Umar tinggal di Bandung, tapi jam terbang dakwahnya melanglang buana, dari Garut, Sukabumi, Banten bagian selatan menembus ke berbagai pulau, seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Ambon bahkan sampai ke Negeri Jiran. Hal itu sama dengan apa yang dilakukan oleh Guru Habib Umar, yaitu Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas Cililitan.
Habib Umar yang akrab disapa dengan Abah Habib atau Wan Umang, sejak kecil memang terbiasa dakwah, metode dakwahnya unik selain ramah juga mengena dan membumi karena diselingi dengan Sholawat hingga lagu-lagu Bung Roma Irama.
Hal itulah yang membedakan Habib Umar dengan Habaib lainnya, bilkhusus di Jawa Barat. Sepak terjangnya dan keahliannya dalam bersosialisasi membuat dirinya diterima berbagai kalangan, termasuk oleh militer, kepolisian hingga Istana.
Baru-baru ini penulis mendapati foto- foto Habib yang sedang aktif dakwah, dan beliau menyampaikan doa di hadapan Presiden Jokowi. Dari foto nampak Habib Umar sedang berhadapan dengan Presiden Jokowi, Habib mengangkat tangannya, hormat kepada Presiden Jokowi.
Jokowi sendiri nampak menghormati Habib dengan menempelkan kedua tangannya sesuai adat budaya Indonesia sambil sedikit menundukkan tubuhnya di hadapan Habib Umar. Sikap ketawadhuan, penghormatan yang dilakukan Presiden Jokowi dan Habib Umar yang merupakan salah satu pimpinan LDNU Jawa Barat pastinya membuat decak kagum hadirin.
Ulama, Umaro sebenarnya sama-sama mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing, tapi mereka selalu menunjukan hal terbaik demi bangsa dan keutuhan NKRI. Keduanya bersatu saling menutupi dan melengkapi kekurangan tanpa harus mencaci maki, bergerak diberbagai lini demi mencipta keadilan dan kemakmuran bangsa hingga NKRI tetap jaya dan dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.






