The news is by your side.

Ansor Gelar Refleksi Hari Pahlawan

Ansor Gelar Refleksi Hari Pahlawan | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratMajalengka – Pahlawan merupakan sosok mulia yang harus dikenang dan diteruskan perjuangannya. Hal ini terungkap dalam Acara Refleksi Hari Pahlawan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC. GP. Ansor) Kabupaten Majalengka di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC. NU) Majalengka (Sabtu, 11/11).

Pantia Acara, Aan Subarhan mengatakan acara ini dikemas dalam bentuk Do’a bersama dan gelar kesetiaan Banser Bela NKRI. “Hari ini kita adakan refleksi berupa Do’a bersama dan gelar kesetiaan Banser bela NKRI”, katanya.

Aan juga menambahkan acara ini bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan dan nasionalisme pada diri setiap kader Ansor dan Banser dengan mengenang perjuangan pahlawan khususnya para kyai NU. ” Kami sebagai penerus bangsa ini harus tetap kuat memegang komitmen kebangsaan yang diwariskan oleh para pahlawan.” tambah pria yang juga menjabat sevagai Ketua Kaderisasi PC. GP. Ansor Majalengka ini.

Sementara itu, Ketua PC. GP. Ansor Majalengka Ahmad Cece Ashfiyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa Ansor sampai kapanpun akan berada di garis terdepan membela keutuhan NKRI walapun harus dengan darah dan nyawa. Terlalu mahal negara ini harus hancur gara-gara sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya dengan radikalisme untuk merubah ideologi NKRI ini. “Ansor ini sudah teruji, jangan main-main untuk mengganggu NKRI ini. Melalui acara ini, kita buktikan Ansor mengenang dan meneruskan perjuangan para pahlawan”, ucapnya.

Cece juga menjelaskan saat ini banyak oknum yang mencoba memancing-mancing Ansor khususnya Banser untuk bertindak anarkis. ” Coba cek di media sosial, banyak sekali yang mendeskriditkan Ansor khususnya Banser dengan kata-kata yang tidak bijak. Tentu saat ini kita masih bisa bersabar dan menunggu intruksi dari para kyai. Tapi jangan kaget kalau ini merupakan bom waktu, suatu saat mungkin bisa meledak dan kami bisa melakukan perlawanan”, jelas pengasuh pondok pesantren Al Bukhori Garawangi – Sumberjaya ini.
Diakhir sambutannya, Cece mengajak semua kader Ansor dan Banser untuk tetap siaga dalam segala kondisi serta meminta pihak-pihak berwenang untuk meminimalisir dan bertindak nyata mengamankan oknum-oknum atau kelompok yang selalu menebar kebencian dan radikalisme di negara ini khususnya di Majalengka. ”

Ansor dan Banser harus selalu waspada dan koordinasi terus satu komando untuk menyikapi radikalisme ini. Tentunya kami juga berharap aparat keamanan dan pemerintak kabupaten majalengka bersikap tegas sesuai aturan yang ada untuk menindak dan membatasi ruang gerak radikalisme di Majalengka ini. Kalau di biarkan takut kami tidak kuat menahan sabaranya. Sahabat semua siap siaga dan melawan ? Tanya Alumni PMII Situbondo ini dan dijawab serempak “Siap” oleh ratusan peserta yang hadir.

Dilain pihak, Komandan Satuaan Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Dansatkorcab Banser) Majalengka, Wahyudin menegaskan bahwa pasukannya tetap siaga penuh mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan akibat maraknya gerakan radikalisme yang berkedok agama saat ini. “Banser sudah terlatih dan terbiasa menghadapi resiko apapun, makanya jangan coba-coba memancing kami”, tegasnya.

Pria asal cikijing ini juga mengingatkan kepada siapapun yang mencoba menumbuhkan sikap-sikak radikalisme dan memancing kekisruhan maka pasukannya tidak akan tinggal diam. ” Kami ingatkan kepada mereka yang terkenal dengan gerakan radikalismenya , untuk tetap jaga kondusifitas daerah dan jangan membuat kisruh kalau tidak ingin berhadapan dengan kami”, imbuhnya.

Tampak hadir dalam acara Ketua PC GP Ansor Ahmad Cece Ashfiyadi beserta jajarannya, Dansatkorcab Banser Wahyudin, Kasat Intel Polres Majalengka Ketua PAC GP. Ansor Se Majalengka, Dansatkoryon Banser Se Majalengka, Para Ketua Badan Otonom NU Majalengka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.