Apa Penyebab Rendahnya Minat Baca di Indonesia ?

123

Asal usul historis umat Islam Indonesia kini ketinggalan hingga malas baca buku dan menggembirakan para kapitalis-birokrat manipulator opini publik.

Eropa maju dan modern karena ada Renaissance. Gerakan kultural abad 12-14 ini muncul dengan slogan kembali kepada literatur klasik mereka sendiri, yakni buku-buku kuno Yunani, Hellenisme dan Ibrani.

Nusantara sudah maju sebelum Renaissance Barat. Ketika Eropa datang menjajah dengan licik, kita jadi miskin dan tertinggal. Penduduk Nusantara lalu ditawarkan jadi modern dan maju, dengan bujukan meninggalkan tradisi kita sendiri.

Pas kita lupa akan tradisi kita, Eropa dengan licik pula merampok ratusan ribu naskah kita, dibawa ke Eropa dan Amerika, hingga menambah sakti fondasi peradaban mereka.

Pas kita miskin bacaan, orang Eropa-Amerika menawarkan bacaan baru yg bermutu katanya: “Belajarlah ke Barat agar kalian bisa bangkit.” Hingga kini masih berlaku dan sudah seratus tahun lebih kita baca buku buku Barat tapi kita tetap gak bangkit-bangkit juga. Malah kita dijerat dengan penjajahan ekonomi baru dan imperialisme utang yang tak berkesudahan.

Gimana mau maju atau Renaissance, lha wong kepustakaan kita dijarah habis, padahal itu modal kita untuk bangkit dan memutus belenggu imperialisme ekonomi dan budaya itu.

Foto: ini teks politik kaum santri Yogya dari abad 18 Serat Menak beraksara pegon 8.000 halaman yg dirampas lalu dibawa ke London tahun 1812.

 

Previous articleBersihkan Nama Ayah, Gus Nu’man Bashori Beberkan Siapa Luthfi Bashori Pendiri NU Garis Lurus
Next articleSinergi LDNU, PCNU dan Kapolres Depok : Training Da’i Aswaja
KH. Ahmad Baso, Wakil Ketua Lakpesdam NU, penulis buku Civil Society versus Masyarakat Madani (Pustaka Hidayah, 1999), Post-Tradisionalisme Islam (LKiS, 2000), Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam (Desantara, 2002), dan Islam Pasca-Kolonial: Perselingkuhan Agama, Kolonialisme dan Liberalisme (MIZAN, 2005), NU Studies (Erlangga, 2007), Pesantren Studies (Pustaka Afid 2012), "Agama NU" untuk NKRI (Pustaka Afid 2013), Islam Nusantara: Ijtihad Jenius & Ijma’ Ulama Nusantara (Pustaka Afid 2015), Al-Jabiri, Eropa dan Kita – Dialog Metodologi Islam untuk Dunia (Pustaka Afid 2018)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here