Banser Lagi Banser Lagi
NU BOGOR TIMUR – Oleh : Vinanda Febriani
Heran aku
Banser lagi yang jadi pusat perhatian
Malem-malem gini jaga PAM sendirian
Apa nggak capek gitu ngePAM seharian?
Kalau aku sih, mending kumpul sama teman-teman
Pulang lah sana kau Banser
Lihat tuh, anak dan isterimu menunggu
Lihat tuh keluargamu pada rindu
Menunggu kepulanganmu
Tapi kenapa kau tak kunjung pulang juga?
Alasanmu sangat kuat dengan semangat yang membara
“Tidak akan kembali pulang sebelum ku genggam dan ku peluk erat Indonesia tercinta”
Banser lagi Banser lagi
Nggak ada kapoknya sih jaga NKRI
Heran, ikhlas banget sih kalaupun tanpa di gaji
Hanya karna rasa Cinta-nya yang kuat pada NKRI
Rasa ta’dzimnya yang mendalam pada sang Ulama dan Kyai
Sampai kau berani mati demi bela Ulama, Kyai dan NKRI
Dasar Banser
Apa sih maumu sebenarnya?
Uang, Harta, Jabatan, Kekuasaan atau apa?
Sebutkan saja apa
“Tidak!! Kami hanya ingin mengembalikan keutuhan dan persatuan Indonesia Tercinta”
Banser lagi Banser lagi
Capek aku dengar nama Banser
Dimana-mana ada Banser
Heran aku, kaya gak ada capeknya gitu para Banser itu
Siapa sih yang mereka jaga sebenarnya?
Uangnya, Gajinya, Jabatannya, Masyarakatnya, atau apa sih?
“Bukan itu semua, Kami menjaga Bangsa Indonesia tanpa memandang perbedaan apapun. Kami Banser, Ikhlas mengabdi untuk Negeri. Karna NKRI, Harga Mati”
Lagi-lagi NKRI Harga Mati
Seberapa pentingnya, sih jaga NKRI dibanding nyawa sendiri?
Seberapa pentingnya sih, NKRI itu?
Berapa sih, harga jual NKRI itu?
Kenapa masih selalu dipertahankan mati-matian?
Sekali lagi, karna NKRI Harga Mati !!!
Ser… Banser
Kalian itu kok mau banget sih
Suruh jaga Gereja, padahal kalian ber-Agama Islam
Apa sih yang kalian jaga?
Uangnya, Gajinya atau Isi amplopnya
“Bukan, kami tak mengharapkan semua itu !!! Kami ikhlas mengabdi untuk NKRI. Bukan Gerejanya yang kami jaga. Tapi manusianya, kami belajar memanusiakan manusia. Karna kita adalah satu saudara, saudara se-tanah air Indonesia tercinta”.
Banser lagi Banser lagi
Mental dan nyalimu benar-benar terbuat dari Baja
Berjuta kali nyawamu dikecam di fitnah dan dihina
Tapi semangatmu tak pernah sekalipun padam walau hati terluka
Ser… Banser
Kau membuatku semakin salut saja
Kau membuatku semakin takjub pada Indonesia
Indonesia sangat beruntung punya pemuda berjiwa militan sepertimu
Wahai Banser NU
Ku yakin Ibu Pertiwi bangga melihatmu
Mendengarkan cerita sekilas tentang perjuanganmu
Rela berkorban nyawa demi kedamaian Indonesia
Banser… Banser…
Kenapa kau tak ikut teriak takbir di jalanan?
Berjubah Cingkrang, Berjenggot panjang teriak Takbir dan Khilafah sepanjang perjalanan
Meneriaki saudaramu sendiri Kofar-kafir demi mencari simpatisan
Tidak !!! Itu bukan Banser
Banser lagi… Banser lagi
Moga Tuhan selalu melindungi
Moga Tuhan selalu meridhoimu wahai Banser NU
Moga Tuhan memberkKtimu
Moga Tuhan selalu bersamamu
Banser… Sukses selalu, ya
Sampaikan berjuta salam hangatku untuk keluarga
Sampaikan berjuta salam Cinta ku untuk Indonesia
Karna
NKRI Harga Mati
NKRI HARGA MATI !!!
Borobudur, 27 Juni 2017
Sunber : NU Bogor Timur Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



