Blusukan Dakwah Maulid di Bumi Proklamasi Rengasdengklok

14

Maulidan sebuah acara peringatan penting yang selalu dinanti oleh kaum muslimin, Rabiul Awwal tiba maka para pecinta Nabi Muhammad Saw berusaha meningkatkan amalnya dengan bersatu-padu menghidupkan hari-hari mulianya secara berjamaah, berkumpul di berbagai Masjid, surau, madrasah, majelis taklim dan tempat lainnya.

Muslimin dunia melakukan hal sama, seperti yang berlangsung di Yaman, Iraq, India, Pakistan, Afganistan, Turki, Eropa bahkan Amerik, diantaranya dengan melantunkan sholawat dan bersedekah. Di Indonesia semarak menghidupkan Bulan Maulid dengan melaksanakan Tabligh Akbar, para penceramah menggali kembali kisah sejarah kemuliaan Nabi Saw hingga umat dapat memahami Ibroh dan hikmahnya.

Wakil sekretaris Lembaga Takmir Masjid LTM NU Kab. Bogor, H. Abdul Hadi Hasan, Lc diantara yang selalu giat melakukan dakwah blusukan, hal itu dilakukannya demi menyampaikan hakikat ajaran Nabi Saw yang ramah dan mendamaikan. Beberapa waktu lalu, Ahad (18/11) melakukan dakwah ke di Bumi Proklamasi Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Dalam ceramahnya menyatakan bahwa mencintai Nabi Saw merupakan suatu kewajiban yang harus terus dipupuk dan dikembangkan, ” Menjadi pecinta Nabi Saw merupakan sebuah anugerah, sebuah kebanggaan yang harus terus dipupuk, dikembangkan. Buah perjuangan cinta terwujud dengan terus mengkaji, mengaji dan memahami sepak terjang Nabi Saw secara benar. Fahami hal tersebut harus dibawah bimbingan para Habaib dan Kiai yang nasab keturunan dan keilmuannya jelas.” Ucap Kang Hadi.

Dirinya melanjutkan bahwa menjadi pecinta Nabi Saw bisa dilakukan oleh semua kalangan dan bangsa, siapa saja yang melakukan dan mengamalkan amalan para Ulama maka pasti dapat mencipta sebuah lingkungan yang ramah dan berakhlak menuju jalan keselamatan.” Sosok yang kita peringati merupakan sosok manusia paling sempurna, yang cahayanya tercipta sebelum Allah Swt mencipta makhluk lainnya. Kesempurnaan akhlaknya dikagumi seluruh makhluk di alam raya, jangan heran para pecintanya akan meraih keselamatan di Dunia dan Akhirat.” Kata Kang Hadi.

Kecintaan yang diekspresikan dalam peringatan maulid ini harus disempurnakan dengan mengenal seluruh aspek kehidupan Nabi Saw, termasuk mengenal orang yang dicintai oleh Nabi Saw, seperti Keluarga dan para sahabatnya. Karena sejarah dapat sampai kepada kita ke pada Alim Ulama dengan kabar yang telah dipahat oleh Keluarga dan Para Sahabat Nabi. ” Rasul pernah bersabda terkait kewajiban mencintai keluarga dan sahabatnya. Imam Syafi’i juga pernah menulis syair terkait urgensi dan kebanggan dalam mencintai keluarga Nabi Saw dan para sahabatnya diibaratkan bagai bintang yang memberikan hidayah.” lugas Kang Hadi.

Acara Maulid ini dilakukan di Majelis Taklim Darussalam pimpinan Ustadz Harun, majelis tersebut begitu sederhana dan dibangun atas amal jariyah pecinta Nabi Saw yang tinggal di Jakarta. Malam itu hadirin nampak bahagi, dan diajak bersyukur walau jauh dari perkotaan tapi masih dapat mengenal dan mencintai Nabi Muhammad Saw. Acara maulid yang diawali dengan sambutan oleh Ustadz Harun, dalam sambutannya mendorong hadirin agar bersemangat melakukan berbagai acara pengajian demi meraih Syafaat Uzma Nabi Muhammad Saw.

Turut hadir Ustadz Maswadi bin H. Syarif Sawangan, Ustadz Musa Kadzim, Bapak Wafi Sulistiyo dan Ustadz Hasan Sadzili dari Bogor, ustadz yang dikenal sebagai Guru para Habaib dan pernah menjadi Khodim setia Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas itu memimpin pembacaan Tahlil dan Doa, kemudian acara pembacaan Berzanji oleh Santri Majelis Daarussalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here