Bung Kus: Liga Sepakbola Kultur Baru di Pesantren
Jakarta, NU Online
Tahun 2017 ini merupakan tahun ketiga Liga Santri Nusantara (LSN). Tahun ini, liga santri akan sepenuhnya dilaksanakan oleh PBNU melalui Rabtihah Ma’ahid Islamiyah (RMI) yang merupakan asosiasi pesantren di lingkungan NU. Pengamat persepakbolaan nasional Mohamad Kusnaeni memiliki catatan tersendiri mengenai liga santri ini.
“Sepakbola merupakan olahraga yang paling populis, termasuk bagi kalangan santri. Sekalipun demikian, mengikuti kompetisi sebuah liga sepakbola adalah merupakan kultur baru bagi kebanyakan pesantren,” terang pria yang akrab dengan sapaan Bung Kus ini.
Pria yang di LSN 2017 ini diberi amanah sebagai Direktur Kompetisi dan Pertandingan ini, lebih laniut menjelaskan, “Ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dibenahi dari penyelenggaraan LSN tahun 2015 dan 2016. Di antaranya adalah perlu melakukan sosialisasi pertandingan beserta literasi peraturan-peraturan formal yang akan diadopsi oleh LSN 2017 ini. Kami ingin menjadikan LSN ini menjadi salah satu liga profesional yang diperhitungkan di negeri ini.”
Salah satu yang akan dilakukan oleh Tim Kompetisi LSN adalah menginisiasi pendaftaran peserta secara online. “Sumberdaya LSN ini sungguh luar biasa besar. Dengan keterlibatan 1.024 kesebelasan berarti akan ada lebih dari 22 ribu pemain yang terlibat. Pendaftaran online akan memudahkan kita untuk menata database talenta-talenta hebat yang akan muncul dari pesantren. Dari perspektif kompetisi dan pertandingan, pendaftaran online juga akan memudahkan panitia penyelenggara dalam mengelola kompetisi,” terang pria yang ternyata sangat mencintai dunia pesantren ini.
Guna mengoptimalkan penyelenggaraan pertandingan yang profesional, Direktur Kompetisi dan Pertandingan akan membentuk tim monitoring khusus yang akan diturunkan ke region-region.
“Tujuannya bukan saja untuk melakukan monitoring what’s wrong atau what’s right, tetapi juga untuk memberikan edukasi dan technical assistance kepada kalangan pesantren untuk lebih memahami sepakbola profesional,” tambah Bung Kus.
Seperti diketahui bersama, LSN walaupun baru dua tahun dihelat tetapi sudah berhasil mengirimkan alumninya ke Timnas U-19. Dengan penyelenggaraan yang lebih profesional tahun ini, diharapkan ke depan akan LSN akan lebih banyak memberikan kontribusi terhadap dunia sepakbola Indonesia, termasuk Timnas. (Ali/Alhafiz K)
Sumber : NU Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



