Cara Melawan Partai lblis Laknatullah

49

Cara Melawan Partai lblis Laknatullaholeh: Moeshoffi Mangkoesorga

Ketua Partai lblis Laknatullah gigih mendoktrin anggotanya untuk terus menyesatkan manusia. Seiring dengan pekerjaan anggota partai iblis laknatullah itu, satu persatu dimintai pertanggungjawaban. “Bagaimana hasil pekerjaanmu?” Kepala kelompok diperintahkan melaporkan hasil “penghasudan” para anggotanya.

Program Partai lblis Laknatullah dan ormas uderbow-nya serta ormas simpatisannya luar biasa memperjuangkan gagasan dan yg harus berhasil. Apa saja gagasannya?

Gagasan dengan iming-iming sorga (bila memenuhi ajakannya) dengan cara apa pun, termasuk jalan kekerasan, pembohongan, dan kalau perlu adu domba.

Tiada kata halal dan harom dalam kampanyenya. Semua diterobos!!!
Sangat mengerikan, sampai-sampai suami-istri dipastikan bercerai (cari alasan untuk hal itu).

Semua warga Partai lblis Laknatullah berasal dari kaum (1) jin dan (2) manusia. Dua kaum itu dapat menyerupai apa saja, termasuk meniru gaya calon korbannya.

Komunitas (1) dalam mengajak dan menyesatkan manusia sesuai dengan tingkatannya. Bila yang disesatkan adalah manusia berpendidikan setarap Sekolah Dasar atau setingkat itu, maka yang dikirim adalah mereka yang lebih tinggi setingkat dari manusia. Jika yang diajak dan didorong untuk ber- amar munkar dan nahy ma’ruf adalah komunitas berpendidikan S3 setara, maka diperintahkan dari golongan jin kafir yang memiliki ilmu kebih dari itu.

Berbeda dengan golongan (2) yang diperintahkan untuk mengajak dan menghasud manusia, agar bercerai-berai dan menjatuhkan manusia yg bermartabat. Golongan ini dapat diutus siapa saja untuk mempengaruhi manusia yg tidak sepaham, bahkan pimpiman kelompok yang tidak sepaham harus jatuh dan dipermalukan.

Berbeda juga dalam keyakinan, seperti pada golongan pertama, yaitu yg disuruh adalah dari kaum kafir. Jadi Partai lblis Laknatullah (raja kafir) tidak mengirim delegasi yang Muslim untuk mempengaruhi dan menghasud manusia yg rendah akhlaknya. Mereka yg dihasud pun pasti golongan Muslim, agar menjadi pengikut setianya.

Sementara itu, golongan kedua adalah bertopeng (berujud) manusia. Pemimpinnya terdiri dari etnis kafir dan Muslim dan yang tidak membedakan keyakinan anggota yg akan diperintah untuk menghasudnya. Fatalnya, manusia terdekat yang berbeda pilihan tetap dihasud dan direndahkan kedudukannya. Dahsyat pemimpin penghasud itu, mereka tahu dalil syar’i dan memahami betapa berdosanya jika melakukan perbuatan itu.

Yang membedakan lagi adalah golongan (1) tidak tampak jelas di hadapan kita! Akan tetapi, golongan (2) kadang2 dekat dengan kita, bahkan sering tampil di televisi. Jadi jelas wajah dan rekam jejaknya dapat diketahui, bahwa mereka hanya mencari keridoan tuannya yg sepaham.

Usai menghasud, (minta upah pada tuannya) melaporkan pekerjaannya, persis dengan apa disinyalir Nabi Muhammad SAW.

Rosulullah mengingatkan dalam persoalan ini seribu empat ratus tahun lalu dalam sebuah sabdanya yg diriwayatkan oleh lmam Ahmad pada hadits nomor 13858:

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَحَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ وَيَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَهْلِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ أَوْ قَالَ فَيَلْتَزِمُهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ مَرَّةً فَيُدْنِيهِ مِنْهُ

lblis (raja) meletakkan istananya di atas air, kemudian mengutus pasukannya. Singgasana paling rendah di air dihuni oleh yang paling besar kejahatannya, iblis mendatangi satu persatu anggotanya, ada yang menjawab ‘Saya telah melakukan ini dan itu’, maka (iblis) berkata; ‘kamu belum berbuat apa-apa.” Rosul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”kemudian ia mendatangi yang lain dan berkata; ‘saya tidak meninggalkan dia, sampai saya bisa memisahkan dia dengan isterinya.”

Rosul bersabda: “la (iblis) tersebut menjadikan anggotanya yang telah berhasil memisahkan suami-isteri itu dekat dengannya” atau Beliau bersabda: “maka ia selalui menyertainya, hingga raja iblis itu berkata; ‘anak buah terbaik adalah kamu.”

Abu Mu’awiyah pernah berkata; Iblis menjadikan anggotanya itu sangat dekat” dengannya.

Persoalan di atas sedang terjadi di dunia nyata yang dipublikasikan oleh dunia maya. Oleh karena itu, berpegang teguhlah pada tali silaturahim, meski berbeda pilihan dan minta perlindungan kepada Allah, agar keluarga dan anak-anak kita dijauhi dari hasudan dan kopas berita yang menghasud. Allah menuntun dengan sebuah petunjuk (2:45):

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

Kerjakan sholat dengan baik dan benar serta konsisten waktunya. Juga sabar yg sangat kuat, meski datang hasudan yang menyakitkan.

Para ulama pun mengurai cara menangkis serangan hasudan anggota Partai lblis Laknatullah dengan butiran kalimat doa yang konsisten di munajat kan setiap usai sholat, antara lain:

1. Doa agar Anak Diberi Perlindungan

أُعِيْذُهُ
sebutkan nama anak dan keturunan

بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua godaan setan (lblis) laknatullah dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk
Abu Daud no hadits 3371

2. Ilmu yang Bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لايَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَع

“Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, amal yang tidak diangkat (diterima) dan doa yang tidak “didengar” / diabaikan.”

3. Pemahaman yang Tidak Menyesatkan

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ اْلمَرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

“Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan keilhaman para malaikat yang dekat (dengan-Mu) sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang Maha pengasih.”

(Kitab Majmû‘âh Maqrûât Yaumiyyah wa Usbû‘iyyah karangan K.H. Muhammad bin Abdullah Faqih)

4. Doa Menolak Kejahatan

أَعُوذُ بكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ ولَا فَاجِرٌ مِنْ شّرِّ مَا خَلقَ، وبَرَأَ وَذَرَأَ، ومِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وِمنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، ومِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الأَرْضِ، ومِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وِمنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، ومِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقاً يَطْرُقُ بْخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak akan (dapat) diterobos oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar daripadanya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam), kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

(Riwayat lmam Ahmad 3/419)

* Semoga dengan membaca tulisan ini, hati manusia menjadi terbuka untuk tidak melukai saudaranya dan terhindar dari fitnah dunia-akhirot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here