Catatan Pengurus Pergunu : Qurban Sebagai Ibadah Sosial

14
Qurban Sebagai Ibadah Sosial

(13/8/19)-Margonda Depok, Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji merayakan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, umat Islam sangat disunnahkan untuk berqurban dimana mereka menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam yang berhak.

SMP Lazuardi Al Falah, kali ini mengadakan penyembelihan hewan Qurbannya dihari ke dua Yaumut Tasyrik, dari mulai siswa, guru sampai staff ikut dalam kegiatan ini.

Dibagi menjadi beberapa divisi, mulai dari divisi pemotongan yang tugasnya membeli kambing hingga proses pemotongannya, divisi pencacahan yang bertugas memotong memisahkan daging dan tulang, divisi penimbangan yang bertugas menimbang daging dan tulang menjadi beberapa ukuran yang sudah sesuaikan untuk dibagikan, divisi pembungkusan, divisi pendistribusian, divisi memasak yang bertugas menghidangkan masakan untuk para siswa hingga staff yang terlibat acara di lingkungan sekolah Lazuardi Al Falah.

Alhamdulillah Qurban tahun ini ada 6 ekor domba yang diamanahkan di sekolah Lazuardi Al Falah, tiga dari perwakilan kelas 7,8 dan 9, dua dari Direksi dan satu domba dari kepala sekolah.

Acara dimulai sejak pukul 07.30 wib yang sudah dibagi masing-masing divisi dibimbing oleh para dewan guru yang bertindak sebagai koordinator. Pemotongan sendiri dimulai pukul 09.00 dan selesai 30 menit sebelum waktu dzuhur.

Qurban Sebagai Ibadah Sosial

Para siswa dan dewan guru melaksanakan shalat dzuhur berjamaah saat waktu dzuhur tiba dan usai shalat dilantunkan gema Takbir, Tahmid dan Tahlil serta sedikit tausyiah terkait Hikmah bulan Dzul Hijjah dan kaitanya dengan Qurban, yang disampaikan oleh Hakim Hasan selaku kepala Kesiswaan.

Hikmah bulan Dzul Hijjah ini yang pertama adalah teladan Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah yang sabar, teguh pendirian dan kuat iman, serta anaknya yang bernama Nabi Ismail.

“Dapat kita ambil hikmah dan teladan dari beliau adalah terkait anak shalih yang patuh kepada orang tua dan penuh keyakinan akan keEsaan Allah SWT, begitu juga dengan pesan moral dari peristiwa Qurban adalah, ajakan kepada umat Islam agar kita selalu ingat kepada sesama saudara, hewan yang kita sembelih tak lain adalah mengharap keridhaan Allah SWT, mendekatkan diri, dan Ibadah sosial”, tutur Hakim yang juga sebagai wakil sekretaris Pergunu kota Depok ini.

Kita bisa belajar dari kisah keluarga Nabi Ibrahim as dari berbagai sisi keteladanan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan saat ini, dan sepanjang zaman kisah ini tidak akan berubah, artinya bisa diterapkan dimanapun dan kapanpun.

Perintah Allah SWT tentang qurban termaktub dalam surah Al Kautsar di ayat kedua, yang mana Allah SWT memerintahkan kita untuk mendirikan shalat untuk Allah SWT dan berqurban.

Yang harus disembelih saat ini yang ada di dalam diri kita masing-masing adalah rasa sombong, iri hati, serakah, dan sifat-sifat negatif lainya maupun sifat hewaniyah.

Inti dari berqurban kita bisa menerapkan sifat-sifat baik yang diajarkan dalam 20 karakter lazuardian yang seyogyanya menjadi mata pelajaran sehari-hari disekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here