Dari Surakarta, PMII Dirumuskan
Selain memilih kembali Mahbub sebagai ketua, dari pelaksanaan kongres yang diselenggarakan di wilayah Karesidenan Surakarta tersebut melahirkan Deklarasi Tawangmangu. Dari Surakarta, melalui Deklarasi Tawangmangu inilah, PMII dirumuskan.
Deklarasi Tawangmangu yang kemudian dipaparkan lebih terperinci dalam Penegasan Yogyakarta (1963) tersebut juga memiliki arti penting bagi PMII dalam menentukan sikap dan pendiriannya, di mana PMII menentang keras kolonialisme, diktatorisme, kapitalisme, dan lainnya.
Menjadi menarik dan cukup berani, sikap anti-diktatorisme tersebut disuarakan pada era Demokrasi Terpimpin, di mana Presiden Soekarno ditetapkan sebagai presiden seumur hidup.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



