The news is by your side.

Doa adalah Kesadaran Kita

Doa adalah Kesadaran Kita | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat
Doa adalah Kesadaran Kita | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Bambang Melga Suprayogi M.Sn – Apa pengertian doa menurut Islam?
Doa adalah permohonan kepada Allah, yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya.

Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan.

Berdoa merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh manusia, ini hal terindah untuk menyampaikan isi hati manusia kepada Tuhannya. Bahkan Allah SWT sudah mempersilahkan hambaNya, agar memohon segalanya kepada Allah melalui cara berkomunikasi melalui doa, yang menjadi ujung tombak adanya harapan yang di inginkan.

Doa pada hakekatnya adalah bentuk kesadaran kita.
Bentuk adanya penghambaan manusia pada Tuhannya.
Mereka yang mau berdoa, akan dijauhkan dari kesombongan.
Mereka yang mau berdoa, akan didekatkan pada keselamatan.

Semakin banyak manusia melakukan aktifitas berdoa, semakin banyak kemungkinan ia melakukan refleksi diri, menemukan kesadaran sejatinya, yang akhirnya, ia menemukan cara terasik dan teromantis, dalam membangun kedekatannya dengan sang Kholiq.

Orang-orang yang mau memanjatkan doa, adalah orang yang pastinya beriman.
Dan orang beriman, mereka sadar akan kapasitas dirinya, dan memohon pertolongan kepadaNya, agar Allah bisa memampukan ia, untuk mendapatkan apa yang ia harapkan.

Kegiatan kita dalam berdoa, tak hanya hadir sesaat setelah kita melakukan aktifitas ibadah, berdoa adalah kesadaran kita membangun komunikasi dengan Allah setiap saat. Maka bangunlah komunikasi itu dengan intens, terus menerus, tampa lelah, dengan satu keyakinan yang kuat.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Arab-Latin: Wa iżā saalaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb, ujību da'watad-dā'i iżā da'āni falyastajībụ lī walyuminụ bī la’allahum yarsyudụn

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah ayat 186).

Doa adalah bentuk kesadaran kita.
Mereka yang merasa lemah, mereka yang merasa dibawah, mereka yang merasa terhina, adalah orang-orang yang tahu dirinya memiliki batasan.

Dan batasannya itu, ia sandarkan pada Allah.
Dan Allah otomatis akan menghimpun kekuatan spiritualnya, sehingga ia mampu keluar, dan mengatasi masalahnya sendiri, dengan jalan yang ia tak perkirakan, dan dengan jalan keluar yang tak diduga-duga.

Pernahkah kita melakukan doa yang diulang-ulang ?
Sehingga doa itu menjadi sebuah amalan yang kita anggap penting ?

Mengapa itu dilakukan ?
Para ulama ternyata menyisipkan sebuah pesan, doa merupakan bagian dari ibadah, penghambaan kita padaNya, layaknya mutiara yang berharga yang kita perlukan, kita mengambil mutiara-mutiara itu untuk kita kumpulkan, dan doa adalah mutiara itu sendiri, ketika kita bisa memproduksi doa, bahkan sebanyak-banyaknya, otomatis, kita akan mendapat manfaat berharga dari mutiara yang bisa kita dapatkan.
Alhamdulillah.

Semoga Bermanfaat.
Bambang Melga Suprayogi M.Sn

Leave A Reply

Your email address will not be published.