FAMILY GATHERING & DIALOG INTERAKTIF FORUM MAHASISWA CIMERAK

22
FAMILY GATHERING & DIALOG INTERAKTIF FORUM MAHASISWA CIMERAK

Forum Mahasiswa Cimerak yang di singkat ( FMC ) mengadakan perkumpulan ajang silaturahim yang dinamai dengan family gathering & dialog interaktif, dengan menguaung tema “ngumpul ngariung eujeung dulur jang ngabangun lembur” yang bertempat Di Pantai Madasari di kedai pergerakan 27 – 28 Maret 2021.

Kegiatan ini di hadiri oleh masyarakat bersama mahasiswa se – kecamatan cimerak dengan jumlah 37 orang.

Acara tersebut merupakan media silaturahin mahasiswa se – kecamatan cimerak.
Pada malam itu mahasiswa mendiskusikan rencana kec. Cimerak yang akan di jadikan kawasan industri.

Iklan Layanan Masyarakat

Forum juga membahas tentang bagaimana pormasi dan formulasi yang seharusnya di lakukan oleh forum mahasiswa cimerak dalam menyikapi isu Lokal dan dan Nasional.

D. Wahyu Sastradinata atau biasa di sapa dengan Dewa, sebagai narasumber dari dialog tersebut mengatakan “mahasiswa ini harus menjadi agen dari semua agen, seperti agen of change dan agen of control supaya arah gerak dari forum mahasiswa cimerak ini bisa termaksimalkan”

Lanjut narasumber yang kedua asep irfan sebagai dewan pembina forum mengatakan bahwa ” di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin dalam roda kehidupan, maka dari itu teruslah ber bergerak, didalam setiap pergerakan pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya “
Lanjut kata asep irfan, “manusia yang kuat dan bisa bertahan hidup adalah manusia yang bisa melawan peradaban”

Lanjut kata asep irfan, “saya sangat bersyukur melihat sahabat – sahabat yang berkumpul dan berdiskusi memikirkan Tanah air tercintanya, karena masih banyak yang berkumpul dan berdiskusi tapi memikirkan kantong sendiri”.

Ketua forum mahasiswa cimerak indra amarulloh 23. Mengatakan kegiatan seperti ini adalah sarana komunikasi antara masyarakat dan mahasiswa untuk memperkuat tali silaturahmi.

Lanjut indra , mahasiswa harus menjadi bom atom yang diluncurkan dari kampusnya untuk membangun perubahan didaerahnya masing-masing yang mampu menjawab persoalan terhadap realita sosial yang ada di sekelilingnya.

Ketua pelaksanaan nendi mengatakan, saya bersyukur atas partisipasi yang di berikan dan kontribusi dari masyarakat, tokoh masyarakat dan mahasiswanya.

Lanjut kata nendi, mahasiswa harus menjadi suri tauladan anak bangsa – bangsanya nanti.

Mahasiswa adalah sebagai penyambung lidah masyarakat, maka dari itu lakukan yang semestinya seorang pemuda lakukan untuk membawa nama baik daerahnya dengan menjunjung tinggi pula rasa kecintaan untuk merubah suatu peradaban menjadi lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here