Garda Santri dan Pergunu Kota Depok: Soroti Kesiapan Pesantren untuk Kebijakan Tatanan Normal Baru

68
Garda Santri dan Pergunu Kota Depok: Soroti Kesiapan Pesantren untuk Kebijakan Tatanan Normal Baru

Panglima Santri bersama Persatuan Guru NU (Pergunu) Kota Depok meminta pemerintah untuk tidak perlu tergesa-gesa dalam menerapkan kebijakan normal baru di tengah pandemi Covid-19. Karena hingga kini pasien positif jumlahnya masih terus bertambah, khususnya di dunia pendidikan. “Jenjang pendidikan di Indonesia yang jumlahnya mencapai ribuan akan banyak terdampak saat new normal diberlakukan,” ujar Acep Pudoli, Ketua Ketua Pergunu Kota Depok, Kamis (28/5).

Pasalnya, hal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan adanya gelombang baru orang yang tertular virus tersebut, sebagaimana terjadi di beberapa negara. Normal baru membuat sekolah dan pesantren kembali berlangsung seperti biasa. Sementara jika melihat fakta saat ini, sekolah dan pesantren masih butuh pengawalan secara bertahap dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu mengingat fasilitas di sekolah masih belum memadai, seperti belum adanya wastafel atau sanitasi yang sesuai standar.

Hal ini disoroti pula oleh Ketua Garda Santri Kota Depok, Humaidi Muda, mendesak kepada Pemerintah untuk terlebih dahulu memberi perhatian terhadap Pondok Pesantren, hal ini mengingat bahwa pemerintah belum serius dalam menjelaskan mekanisme Pemberlakuan keberlangsungan kegiatan pembelajaran ditengah wabah pandemi Covid-19.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here