“Gecok” Makanan Khas Santri Cirebon Kesukaan Sultan Matangaji

66

Oleh: Wahyu Iryana

Ketika berkecamuk perang Cirebon Raya (Perang Kedondong) Kesultanan Cirebon dipimpin oleh Sultan Muhammad Sofiudin. Pada masa Cirebon Dipimpin oleh Sultan Muhammad Sofiudin Kerajaan Mataram Islam juga sedang terjadi huru hara serangan Trunojoyo dari Madura yang berhasil menguasai pusat pemerintahan Mataram yang pada waktu itu dipimpin oleh Sultan Amangkurat 1, hingga campur tangannya Belanda pada masa Amangkurat II yang meminta bantuan untuk melawan Trunojoyo dengan iming iming imbalan separuh wilayah Mataram, keadaan huru hara di Pusat kota mengharuskan rakyat yang berada di wilayah Rembang, Brebes, Tegal Lamongan, dan orang orang Cina harus migrasi ke wilayah Cirebon untuk mendapat perlindungan.


Kedatangan para pendatang disambut hangat oleh Sultan Cirebon. Sehingga apapun yang diminta Sultan kepada para saudagar China selalu dipenuhi.


Termasuk ketika Sultan membangun Gua Sunyaragi tempat untuk berkalwat di dekat Laut Utara para saudagar China selalu membantu.
Ketika peta politik kepentingan Inggris (Belanda) vs Prancis beradu Cirebon pun terkena dampak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here