Gus Mus: Jika Bukan Mainan, Jangan Mau Dibentur-benturkan
Jakarta, NU Online – Viralnya permainan lato-lato di Indonesia menarik perhatian Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mustofa Bisri dengan sebuah unggahan di akun Facebook-nya, Ahad (15/1/2023). Sosok ulama yang karib disapa Gus Mus ini mengunggah sebuah gambar permainan lato-lato dengan menyisipkan kalimat bijak dan inspiratif.
“Jika bukan mainan, jangan mau dibentur-benturkan,” tulisnya mengambil hikmah dari permainan yang saat ini digandrungi bukan saja oleh anak-anak, namun juga oleh orang dewasa dan orang tua di Indonesia ini.
Unggahan kalimat bijak ini sontak saja mendapat respons dari banyak warganet. Dalam satu jam saja, tercatat 4 ribu lebih like dari warganet dan ratusan mereka memberi komentar dan membagikan konten tersebut.

“Fatwa terbaik jelang hadapi pilpres yang makin mendekat,” tulis akun Ari Suseno merespons unggahan tersebut.
“Kalimat sederhana memiliki makna yang dalam dan luas. Dengan barakah para kiai Indonesia, semoga kita gagal dibenturkan untuk menghindari kegaduhan,” tulis akun lain bernama Putra.
Dalam permainan lato-lato memang terlihat bagaimana dua buah bola yang ditali dan tersambung satu sama lain dikendalikan oleh tangan sang pemain. Bola ini seperti tiada daya dibentur-benturkan ke atas dan ke bawah dan menghasilkan suara ‘gaduh’ yang cukup keras. Pemain pun merasa senang jika benturan ini berlangsung dalam waktu lama.
Semakin terlatih pemain maka semakin lama benturan-benturan bisa dilakukan. Bukan hanya itu, bagi pemain yang sudah mahir, berbagai model benturan bisa dilakukan di antaranya model helikopter dengan posisi di atas kepala pemain, sambil berjalan, sambil berputar-putar, dan model lainnya.
Gus Mus sendiri memang sangat aktif di media sosial dan sering mengunggah kalimat-kalimat bijak dan inspiratif serta menyejukkan. Banyak pesan-pesan moral yang dituliskannya dalam akun media sosialnya yang kemudian dikemas oleh para kreator konten untuk diunggah ulang dalam bentuk visualiasi gambar yang menarik.
Seperti dua hari sebelum mengunggah konten tentang sisi lain dari permainan lato-lato, Gus Mus menulis kalimat inspiratif di akun Facebook-nya: “Menghargai orang, tidak menurunkan tapi justru menaikkan nilai kita.”
Kalimat bijak lain di antaranya: “Kita tidak boleh menghakimi orang hanya berdasarkan lahiriyahnya saja, apalagi hanya berdasarkan apa yang kita dengar dari orang lain. Banyak hal yang tidak kita ketahui dari orang lain di luar apa yang kita lihat dan dengar.”
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



