Gus Mus: Puncak Alim itu Menjadi Manusia
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin itu menjelaskan bahwa Gus Dur istiqomah menjadi manusia. Hal itu ditunjukkan dengan apa yang disampaikannya melalui pembicaraan dan tulisannya, serta dalam lakunya.
Sebab, banyak orang yang merasa sudah pintar dan hebat memperlakukan orang sama dengan ukuran dirinya. Ahli wiridan misalnya, ia mencontohkan, memberikan wirid kepada orang agar dibaca 35 ribu kali usai shalat.
Gus Dur, sebagaimana Nabi, memberi nasihat sesuai kadar orang tersebut. “Manusia seperti Kanjeng Nabi Muhammad yang mengerti manusia, manusia yang memanusiakan manusia,” katanya menyebut sosok karibnya itu.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



