Koin Muktamar: dari NU, oleh NU, dan untuk NU

108
Koin Muktamar: dari NU, oleh NU, dan untuk NU

Melalui Koin Muktamar ini, mari kita melangkah dengan pasti menuju NU yang lebih mandiri, menuju NU yang lebih bermartabat dan lebih mampu memberi pelayanan yang lebih baik serta lebih luas kepada umat.

Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada Oktober 2020 di Lampung mengambil tema soal kemandirian NU. Salah satu wujud dari kemandirian tersebut adalah program Koin Muktamar, yaitu iuran dari warga NU untuk mendanai pelaksanaan muktamar yang akan dihadiri oleh seluruh pengurus NU dari tingkat pusat sampai cabang dan diramaikan oleh warga NU dengan menggelar aneka acara. Kampanye soal program ini sudah mulai disosialisasikan di berbagai tingkatan atau dalam kegiatan-kegiatan NU.

Kemandirian ini harus digerakkan kembali mengingat sejak awal berdirinya di tahun 1926, NU memulai aktivitasnya secara mandiri. Aset-aset organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia dalam bentuk kantor, sekolah, layanan kesehatan, dan lainnya merupakan sumbangan dari masyarakat yang ingin mewakafkan hartanya agar dikelola NU demi kemaslahatan umat. Seiring dengan perubahan situasi, NU membutuhkan eksperimen yang cukup panjang dalam penggalangan dan pengelolaan dana sampai akhirnya ditemukan pola yang pas dengan kondisi warga NU, yaitu dalam konsep kotak infak (Koin) yang dikelola oleh LAZISNU di tiap daerah. Gerakan yang terlihat kecil dan sederhana, tetapi ternyata berhasil menggalang dana hingga dua ratus miliar dalam satu tahun. Inovasi penggalangan dana ini diinisiasi oleh PCNU Sragen pada 2015 yang kemudian berkembang ke daerah-daerah lainnya.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here