The news is by your side.

Hal Paling Menakutkan dari NU

Pemilik socio capital (massa) harus menjadi pemegang capital cash (dana) terbanyak untuk pondasi utama membangun umat yang kuat.

Perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia telah mengalami kemajuan sangat pesat, termasuk teknologi informasi dan media komunikasi. Perlu diketahui perkembangan teknologi ini juga sudah mulai banyak dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, diantaranya masyarakat dapat merasakan kemajuan-kemajuan yang tidak kalah dengan Negara-negara lain dalam bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan.

Fokus melirik satu sektor yaitu Ekonomi Hifdzul mal dilingkungan umat Islam, karena sejatinya ekonomi merupakan pilar utama kekuatan umat Islam, apabila ekonomi umat kuat maka dari generasi ke generasi akan tercipta peradaban Islam yang hebat. Islam tidak akan maju dalam peradaban jika hanya disibukan oleh persoalan identitas : gamis, jenggot dan bendera serta perdebatan classic turun temurun tentang bid’ah dan khilafah.

Persoalan-persoalan dan perdebatan-perdebatan yang bahasannya itu-itu saja hanya akan membuat Islam diam ditempat, berkutat dalam nostalgia perdebatan lama yang sangat membebani pemikiran para pemuda hingga orang tua dari generasi ke generasi. Lebih parah lagi sebagian organisasi/perkumpulan umat justru membuka ruang sangat terbuka untuk itu dengan dalih demi ghirah dan kecintaan pada agama, namun dengan cara yang justru membuat agama hanya menjadi entitas kemunduran yang terus berkutat dengan perdebatan classic yang sudah usang.

Islam adalah kebenaran yang tidak bergantung sama sekali pada perdebatan, namun kemajuan pesat teknologi ini harus dapat dimaksimalkan dengan seluas-luasnya oleh umat Islam untuk membuktikan kebenaran dan membangun peradaban hebat dengan pondasi utama yaitu ekonomi. Saat inilah momentum paling tepat mewujudkan perekonomian umat Islam yang kuat, dimulai dari skup kecil hingga perkumpulan atau organisasi-organisasi besar umat Islam.

Adalah organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki potensi besar mewujudkan perekonomian umat Islam yang kuat, karena NU merupakan organisasi umat Islam terbesar di dunia dan pemilik saham terbesar di Indonesia. NU memiliki Infra struktur yang sudah terorganisir dengan sangat rapih dari pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus cabang, majelis wakil cabang, pengurus ranting dan pengurus anak ranting.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.